Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

PBB Puji Gencatan Thailand-Kamboja, Berharap 'Deal' Kali Ini Lebih Awet

Turk mewakili PBB menyambut baik kabar bahwa Thailand dan Kamboja kembali menyepakati gencatan senjata. 

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Bobby W
Editor: Bobby Wiratama
zoom-in PBB Puji Gencatan Thailand-Kamboja, Berharap 'Deal' Kali Ini Lebih Awet
Kementerian Pertahanan Nasional @modgovkh
KONFLIK THAILAND-KAMBOJA. Thailand dan Kamboja sepakat gencatan senjata setelah bentrokan mematikan selama berminggu-minggu. Kesepakatan itu ditandatangani oleh Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Pertahanan Nasional Kamboja, Jenderal Thea Seikh, dan Menteri Pertahanan Thailand Nattapon Narkphanit. Pertemuan berlangsung di pos pemeriksaan perbatasan permanen Prom Pak Kart, yang menghubungkan Provinsi Pailin di Kamboja dan Provinsi Chanthaburi di Thailand, dengan pengawasan pengamat ASEAN dari kedua negara. Gambar dariX Kementerian Pertahanan Nasional @modgovkh, Sabtu (27/12/2025). 

Bentrokan melibatkan penggunaan artileri berat, tank, drone tempur, roket, serta serangan udara terutama dari pihak Thailand yang melancarkan armada jet tempur hingga pagi hari sebelum kesepakatan ditandatangani.

Rincian Isi Kesepakatan Gencatan Senjata

Dikutip dari Khmer Times serta pernyataan Bersama yang dipublikasikan di situs resmi Kementerian Pertahanan Kamboja, kesepakatan gencatan senjata memuat poin-poin utama sebagai berikut:

1. Gencatan Senjata Segera dan Menyeluruh:

Kedua pihak sepakat menghentikan semua bentuk permusuhan menggunakan segala jenis senjata, termasuk serangan terhadap warga sipil, objek sipil, infrastruktur, serta sasaran militer pihak lawan, di semua wilayah dan dalam segala situasi.

Kesepakatan ini tidak boleh dilanggar dalam keadaan apa pun, dan kedua belah pihak harus menghindari penembakan tanpa provokasi atau pergerakan pasukan yang mendekati posisi lawan.

2. Pembekuan Penempatan Pasukan

Kedua negara berkomitmen mempertahankan posisi pasukan saat ini tanpa pergerakan atau penguatan lebih lanjut.

Rekomendasi Untuk Anda

Segala bentuk pengiriman pasukan tambahan atau peralatan militer dilarang, karena dapat meningkatkan ketegangan dan menghambat upaya penyelesaian jangka panjang.

3. Larangan Pelanggaran Wilayah Udara

Tidak ada pelanggaran ruang udara militer pihak lain untuk tujuan apa pun, guna mencegah eskalasi lebih lanjut.

4. Pemulangan Tahanan Perang

Thailand berkomitmen memulangkan 18 tentara Kamboja yang ditahan sejak bentrokan Juli 2025, setelah gencatan senjata terbukti bertahan penuh selama 72 jam.

Periode ini dijadikan sebagai "masa observasi" untuk menguji keseriusan kedua pihak.

Baca juga: Di Tengah Perundingan Damai, Kamboja Tuduh Thailand Lakukan Serangan Brutal

5. Prioritas Kemanusiaan

Kesepakatan menekankan pemulangan cepat warga sipil yang mengungsi ke rumah mereka, dengan jaminan keamanan.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas