PBB Puji Gencatan Thailand-Kamboja, Berharap 'Deal' Kali Ini Lebih Awet
Turk mewakili PBB menyambut baik kabar bahwa Thailand dan Kamboja kembali menyepakati gencatan senjata.
Penulis:
Bobby W
Editor:
Bobby Wiratama
Kedua pihak juga sepakat bekerja sama dalam pembersihan ranjau darat (demining) di wilayah bekas pertempuran, serta memerangi kejahatan siber dan kejahatan lintas batas lainnya.
6. Pengawasan dan Komitmen Jangka Panjang
Gencatan senjata ini diawasi oleh tim pengamat dari ASEAN (ASEAN Observer Team) serta koordinasi langsung bilateral.
Pernyataan Bersama juga menegaskan kembali komitmen penuh terhadap gencatan senjata Juli 2025, Perjanjian Kuala Lumpur Oktober 2025, serta semua kesepakatan sebelumnya dalam pertemuan GBC dan Komisi Perbatasan Bersama.
Reaksi Dunia Internasional
Kesepakatan ini mendapat sambutan positif dari komunitas internasional termasuk ASEAN.
Anwar Ibrahim selaku Perdana Menteri Malaysia sekaligus Ketua ASEAN periode 2025 menyambut baik langkah ini sebagai bukti pengendalian diri demi melindungi warga sipil.
China dan Jepang juga menyatakan dukungan, sementara Uni Eropa menawarkan bantuan jika diperlukan.
Meski demikian, para analis memperingatkan bahwa keberhasilan kesepakatan bergantung pada kemauan politik kedua belah pihak.
Sengketa perbatasan yang telah berlangsung lebih dari satu abad ini, terutama di wilayah yang belum terdemarkasi dengan jelas, sering kali memicu kekambuhan konflik.
Gencatan senjata sebelumnya pada Juli dan Oktober 2025 sempat runtuh karena saling tuduh pelanggaran.
(Tribunnews.com/Bobby)
Baca tanpa iklan