Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Benarkah Jepang Tidak Aman bagi Anak? Ini Fakta dan Penilaian Internasional

Jepang aman di jalanan, tapi rapuh di dunia maya. Peringkat global dan lonjakan kasus pornografi anak mengungkap celah serius perlindungan anak

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Benarkah Jepang Tidak Aman bagi Anak? Ini Fakta dan Penilaian Internasional
Tribunnews.com/net
KEAMANAN ANAK - Jepang selama ini dikenal sebagai salah satu negara paling aman di dunia, termasuk bagi anak-anak. Namun, sejumlah laporan internasional dan temuan pakar menunjukkan bahwa keamanan anak di Jepang tidak bisa dilihat secara hitam-putih, terutama jika menyangkut eksploitasi seksual anak di ranah digital. 

Ringkasan Berita:
  • Jepang dikenal aman bagi anak di ruang publik, namun masih tertinggal dalam pencegahan eksploitasi seksual anak di dunia digital. 
  • Out of the Shadows Index 2022 menempatkan Jepang di peringkat 15, di bawah Indonesia dan Filipina, sementara kasus pornografi anak terus meningkat. 
  • Pakar menilai lemahnya penegakan siber dan edukasi digital membuat perlindungan anak belum cukup kuat.

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO –   Jepang selama ini dikenal sebagai salah satu negara paling aman di dunia, termasuk bagi anak-anak.

Namun, sejumlah laporan internasional dan temuan pakar menunjukkan bahwa keamanan anak di Jepang tidak bisa dilihat secara hitam-putih, terutama jika menyangkut eksploitasi seksual anak di ranah digital.

Dalam laporan Out of the Shadows Index 2022 yang dipimpin oleh Economist Impact, Jepang menempati peringkat ke-15 (sedangkan Indonesia di urutan ke-9 artinya jauh lebih baik) secara keseluruhan dari 60 negara dalam upaya mencegah dan menangani eksploitasi serta kekerasan seksual terhadap anak. 

Untuk kategori pencegahan, Jepang berada di peringkat ke-26 (Indonesia di peringkat ke-24 artinya lebih baik dari Jepang), sementara pada aspek respons di peringkat ke-12 (Indonesia di peringkat ke-1 artinya sangat bagus sekali menanggapi terkait keamanan anak).

Peringkat tersebut menempatkan Jepang di bawah sejumlah negara berkembang, seperti Filipina dan Indonesia, dan memunculkan pertanyaan serius mengenai efektivitas pencegahan kejahatan seksual terhadap anak.

Baca juga: Anggaran Pertahanan Terbesar Jepang: Dari Drone SHIELD hingga Rudal Jarak 1.000 Km

Rekomendasi Untuk Anda

Aman di Ruang Publik, Rentan di Dunia Digital

Para pengamat menilai, Jepang relatif aman bagi anak di ruang publik. 

"Tingkat kejahatan kekerasan seperti penculikan atau pembunuhan anak tergolong rendah, transportasi umum tertib, dan lingkungan sekolah umumnya aman," ungkap seorang ahli sosial mengenai anak Jepang kepada Tribunnews.com Sabtu (27/12/2025).

Namun, tambahnya, tantangan besar justru muncul di ruang digital. 

"Perdagangan konten pornografi anak, pemerasan berbasis daring, serta penyalahgunaan media sosial menjadi persoalan yang dinilai belum tertangani secara optimal."

Sejumlah pakar keamanan siber menyebut bahwa kesadaran publik dan prioritas penegakan hukum terhadap kejahatan anak ini masih tertinggal dibanding negara maju lain, "Bahkan tertinggal dibandingkan Indonesia," ungkap seorang pakar siber  Jepang kepada Tribunnews.com.

Kasus Terus Meningkat

Data kepolisian Jepang menunjukkan peningkatan jumlah kasus dan penangkapan terkait pornografi anak dalam lebih dari satu dekade terakhir.

Meski demikian, para ahli menilai angka resmi tersebut hanya mencerminkan sebagian kecil kasus, karena banyak kejahatan tidak terdeteksi atau tidak dilaporkan.

Data National Police Agency menunjukkan jumlah korban pornografi anak meningkat tajam dalam 15 tahun terakhir.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas