Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Zelenskyy-Trump Klaim 'Kemajuan' soal Proposal Perdamaian Rusia-Ukraina

Presiden Ukraina Zelenskyy dan Presiden AS Trump mengklaim adanya 'kemajuan' soal proposal perdamaian. Trump lalu menelepon Presiden Rusia Putin.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Zelenskyy-Trump Klaim 'Kemajuan' soal Proposal Perdamaian Rusia-Ukraina
Website Presiden Ukraina
ZELENSKY TEMUI TRUMP - Foto diunduh dari laman Presiden Ukraina, Senin (29/12/2025) memperlihatkan Presiden Ukraina Zelensky (kiri) berjabat tangan dengan Presiden AS Donald Trump (kanan) saat Zelensky berkunjung ke kediaman Trump di Florida untuk membicarakan masalah rencana perdamaian untuk perang Rusia-Ukraina, pada Minggu (28/12/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Presiden Ukraina Zelenskyy bertemu dengan Presiden AS Donald Trump untuk membahas rencana perdamaian.
  • Zelenskyy mengklaim ada kemajuan 90 persen soal rencana itu dan Trump mengklaim draf perjanjian itu hampir 95 persen rampung.
  • Perang Rusia dan Ukraina memasuki hari ke-1.405 ketika Zelenskyy dan Trump bertemu namun belum menyelesaikan isu wilayah Donbas.

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan kesepakatan untuk mengakhiri perang Ukraina–Rusia kini berada pada titik terdekat.

Trump mengungkapkan "kemajuan" tersebut meski masih ada persoalan sulit yang belum terpecahkan, terutama terkait masa depan wilayah Donbas di Ukraina timur. 

Hal ini disampaikan Trump usai pertemuan selama dua jam dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di Florida.

Menurut Trump, draf perjanjian damai disebut hampir 95 persen rampung. 

Ia menilai baik Ukraina maupun Rusia sama-sama ingin perang segera berakhir, termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin.

"Saya sungguh percaya bahwa kita, Tuan Presiden, mungkin lebih dekat dari sebelumnya – jauh lebih dekat dari sebelumnya – dengan kedua partai," kata Trump dengan Zelensky di sisinya di ruang minum teh di kediamannya di Mar-a-Lago, Florida.

Rekomendasi Untuk Anda

Trump menegaskan, baik Putin maupun Zelenskyy sama-sama menginginkan perang berakhir, dengan mengatakan, "Semua orang ingin ini diakhiri," pada Minggu (28/12/2025).

Namun, Trump mengakui masih ada satu atau dua isu krusial, seperti pembagian wilayah dan skema akhir perang, yang membuat proses negosiasi rumit. 

Ia juga menyebut pentingnya memahami posisi Rusia terkait gencatan senjata.

Trump bahkan menyatakan kesediaannya untuk datang ke Kyiv dan berbicara di parlemen Ukraina jika diperlukan, tawaran yang langsung disambut positif oleh Zelenskyy. 

Dalam pertemuan tersebut, Zelenskyy berulang kali menyampaikan terima kasih kepada Trump dan timnya atas peran aktif AS dalam upaya perdamaian.

Baca juga: Optimisme Trump soal Perdamaian Rusia-Ukraina, Sebut Zelenskyy Berani dan Putin Sangat Serius

Meski suasana pertemuan tampak optimistis, belum ada tanda kuat kesepakatan final akan segera tercapai. 

Jawaban Trump terkait status pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia dinilai membingungkan, dan Rusia juga belum menunjukkan kesediaan untuk melonggarkan tuntutan utamanya.

Trump mengatakan dia akan menelepon Presiden Rusia Vladimir Putin setelah pertemuannya dengan Zelenskyy.

Sementara itu, Zelenskyy menyebut sekitar 90 persen isi rencana perdamaian telah disepakati oleh tim perunding AS dan Ukraina.

Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas