Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Rusia Bekingi China soal Taiwan, Asia-Pasifik Terancam Jadi Zona Perang

Rusia dukung penuh klaim China atas Taiwan, memicu kekhawatiran konflik di Asia-Pasifik. Jepang dan negara tetangga tingkatkan kesiapan militer.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Rusia Bekingi China soal Taiwan, Asia-Pasifik Terancam Jadi Zona Perang
TASS/Artiom Geodakian
PERUNDINGAN PERDAMAIAN - Foto Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov yang diambil dari laman media Rusia, TASS, pada Selasa (18/2/2025). Rusia dukung penuh klaim China atas Taiwan, memicu kekhawatiran konflik di Asia-Pasifik. Jepang dan negara tetangga tingkatkan kesiapan militer. 

Jika terjadi eskalasi, Selat Taiwan dan kawasan sekitarnya bisa menjadi titik panas, mengancam jalur perdagangan internasional dan stabilitas ekonomi global.

Negara Tetangga Genjot Kesiapan Militer

Pasca ketegangan antara China dan Taiwan memanas, sejumlah negara di kawasan Asia-Pasifik mulai meningkatkan kesiapan militer.

Termasuk Jepang, sebagai negara tetangga yang paling terdampak, telah meningkatkan kesiapan militernya dan menyetujui anggaran pertahanan terbesar sepanjang sejarah sebesar 9,04 triliun yen (sekitar 58 miliar dolar AS) untuk tahun fiskal 2026.

Langkah tersebut dilakukan di tengah kekhawatiran kemungkinan eskalasi militer di Selat Taiwan, setelah Beijing memperkuat klaim atas pulau tersebut dan Moskow menyatakan dukungan penuh terhadap China.

Selain Jepang, negara-negara lain di kawasan seperti Korea Selatan, Australia, dan beberapa anggota ASEAN juga dilaporkan memperkuat latihan militer, meningkatkan patroli laut, dan memperbarui sistem pertahanan udara.

Para pengamat menilai bahwa langkah-langkah ini bersifat pencegahan, namun secara nyata menunjukkan kesiapan menghadapi potensi konflik jika ketegangan meningkat menjadi konfrontasi langsung.

Meskipun dukungan Rusia terhadap China tidak otomatis memicu perang, para analis menekankan bahwa keberpihakan geopolitik ini meningkatkan risiko munculnya “zona sengketa” militer-politik di kawasan Asia-Pasifik.

Rekomendasi Untuk Anda

Ketegangan ini diperparah oleh modernisasi militer China dan ekspansi anggaran pertahanan negara-negara tetangga, yang bisa memicu perlombaan senjata regional dan menimbulkan ketidakstabilan keamanan jangka panjang.

Situasi ini menandai fase baru dalam geopolitik Asia-Pasifik, di mana rivalitas besar antara kekuatan global dan regional mulai membentuk blok-blok strategis yang berpotensi mempengaruhi perdagangan, diplomasi, dan keamanan internasional.

(Tribunnews.com / Namira)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas