Jepang Masuk Pasar Alutsista Global, Indonesia Jadi Target Strategis
Jepang tak lagi hanya produsen damai. Frigat Mogami ditawarkan ke Indonesia, menandai babak baru strategi keamanan Indo-Pasifik
Editor:
Eko Sutriyanto
“Transfer peralatan ke negara-negara yang memiliki pandangan sejalan dapat memperkuat daya tangkal dan menghasilkan diplomasi yang kuat tanpa harus berperang,” ujarnya.
Saat ditanya apakah peralatan tersebut pada akhirnya akan digunakan dalam pertempuran, ia menjawab singkat, “Ya, tentu saja.”
Baca juga: Beasiswa Pelatihan Guru 2026 ke Jepang, Beri Tunjangan Hidup dan Biaya Tiket Pesawat
Indonesia di Tengah Persaingan
Pada 17 November, Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi mengundang Menteri Pertahanan RI Syafri Syamsuddin ke Pangkalan Angkatan Laut Yokosuka, dalam rangka pertemuan 2+2 Jepang–Indonesia. Jepang mempromosikan kapal pengawal dan alutsista lainnya kepada Indonesia.
Namun, meski Jepang agresif menawarkan diri sebagai pemasok, Indonesia dikenal menjalankan diplomasi pertahanan multinasional.
Jakarta secara paralel menjajaki pengadaan alutsista dari Italia, Turki, Prancis, hingga China, sehingga Jepang hanyalah salah satu kandidat.
Sebagai contoh, Indonesia telah menandatangani kontrak dengan perusahaan galangan kapal Italia Fincantieri untuk membeli dua kapal patroli multiguna (PPA) yang awalnya dibangun untuk Angkatan Laut Italia.
"Langkah ini tampaknya diambil agar Indonesia bisa menerima kapal lebih cepat sekaligus mempercepat pelatihan awak."
Arah Baru Kebijakan Jepang
Perubahan kebijakan ekspor alutsista Jepang menandai pergeseran besar dalam strategi keamanan nasional.
Di satu sisi, Tokyo ingin memperkuat industri pertahanan dan jejaring keamanan regional.
Di sisi lain, muncul pertanyaan apakah langkah ini akan benar-benar berkontribusi pada stabilitas dan perdamaian Indo-Pasifik, atau justru mempercepat dinamika perlombaan senjata.
"Dalam lingkungan keamanan yang semakin tegang, kebijakan ekspor senjata Jepang kini menjadi sorotan—bukan hanya oleh mitra regional, tetapi juga oleh publik internasional," lanjut sumber itu lagi.
Diskusi pertahanan di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com
Baca tanpa iklan