Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Jepang Masuk Pasar Alutsista Global, Indonesia Jadi Target Strategis

Jepang tak lagi hanya produsen damai. Frigat Mogami ditawarkan ke Indonesia, menandai babak baru strategi keamanan Indo-Pasifik

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Jepang Masuk Pasar Alutsista Global, Indonesia Jadi Target Strategis
Instagram Koizumi
PASAR ALUTSISTA GLOBAL - Lobi Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi kepada Menteri Pertahanan RI Syafri Syamsuddin di dalam kapal di lingkungan Pangkalan Angkatan Laut Yokosuka 17 November 2025 

“Transfer peralatan ke negara-negara yang memiliki pandangan sejalan dapat memperkuat daya tangkal dan menghasilkan diplomasi yang kuat tanpa harus berperang,” ujarnya.

Saat ditanya apakah peralatan tersebut pada akhirnya akan digunakan dalam pertempuran, ia menjawab singkat, “Ya, tentu saja.”

Baca juga: Beasiswa Pelatihan Guru 2026 ke Jepang, Beri Tunjangan Hidup dan Biaya Tiket Pesawat

Indonesia di Tengah Persaingan

Pada 17 November, Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi mengundang Menteri Pertahanan RI Syafri Syamsuddin ke Pangkalan Angkatan Laut Yokosuka, dalam rangka pertemuan 2+2 Jepang–Indonesia. Jepang mempromosikan kapal pengawal dan alutsista lainnya kepada Indonesia.

Namun, meski Jepang agresif menawarkan diri sebagai pemasok, Indonesia dikenal menjalankan diplomasi pertahanan multinasional. 

Jakarta secara paralel menjajaki pengadaan alutsista dari Italia, Turki, Prancis, hingga China, sehingga Jepang hanyalah salah satu kandidat.

Sebagai contoh, Indonesia telah menandatangani kontrak dengan perusahaan galangan kapal Italia Fincantieri untuk membeli dua kapal patroli multiguna (PPA) yang awalnya dibangun untuk Angkatan Laut Italia. 

"Langkah ini tampaknya diambil agar Indonesia bisa menerima kapal lebih cepat sekaligus mempercepat pelatihan awak."

Arah Baru Kebijakan Jepang
Rekomendasi Untuk Anda

Perubahan kebijakan ekspor alutsista Jepang menandai pergeseran besar dalam strategi keamanan nasional. 

Di satu sisi, Tokyo ingin memperkuat industri pertahanan dan jejaring keamanan regional. 

Di sisi lain, muncul pertanyaan apakah langkah ini akan benar-benar berkontribusi pada stabilitas dan perdamaian Indo-Pasifik, atau justru mempercepat dinamika perlombaan senjata.

"Dalam lingkungan keamanan yang semakin tegang, kebijakan ekspor senjata Jepang kini menjadi sorotan—bukan hanya oleh mitra regional, tetapi juga oleh publik internasional," lanjut sumber itu lagi.

Diskusi  pertahanan di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas