Hamas Konfirmasi Kematian Abu Obeida, Mohammed Sinwar, dan Beberapa Komandan Tingkat Tinggi
Hamas mengkonfirmasi kematian juru bicara Brigade Al-Qassam, Abu Obeida dan mantan pemimpin Hamas, Mohammed Sinwar.
Penulis:
Whiesa Daniswara
Editor:
Nuryanti
"Rakyat kami akan membela diri dan tidak akan menyerahkan senjata selama pendudukan masih ada," tegasnya.
"Kami tidak akan menyerah, bahkan jika kami harus bertempur dengan kuku kami sendiri," lanjutnya.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Palestina, situasi di lapangan masih sangat mencekam.
Sejak gencatan senjata dimulai pada 11 Oktober, sedikitnya 414 warga Palestina dilaporkan tewas akibat berbagai insiden.
Secara total, sejak perang pecah pada 7 Oktober 2023, jumlah korban jiwa di Gaza telah mencapai 71.266 orang dengan 171.222 lainnya luka-luka.
Desakan Baru Trump
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump memberikan desakan baru kepada Hamas setelah bertemu dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.
Bertemu di kediamannya, Mar-a-Lago, Florida, Trump meminta kepada Hamas untuk segera meletakkan senjata mereka.
Trump mengatakan dia ingin beralih ke fase kedua kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas yang dicapai pada bulan Oktober 2025 setelah dua tahun pertempuran di Gaza.
Israel dan Hamas saling menuduh melakukan pelanggaran besar terhadap kesepakatan tersebut.
Baca juga: Isi Dokumen 35 Halaman Hamas Soal Operasi Topan Aqsa: Tantang Israel Buka Penyidikan Internasional
Hamas, yang menolak untuk melucuti senjata, telah menegaskan kembali kendalinya sementara pasukan Israel tetap bertahan di sekitar setengah wilayah tersebut.
Israel telah mengindikasikan bahwa jika Hamas tidak dilucuti senjatanya secara damai, Israel akan melanjutkan aksi militer untuk memaksa Hamas melakukannya.
Dalam komentarnya pada hari Senin (29/12/2025), Trump menyalahkan Hamas karena tidak melucuti senjata lebih cepat.
Presiden AS beralasan bahwa Israel telah memenuhi bagiannya dalam kesepakatan tersebut dan memperingatkan bahwa Hamas mengundang konsekuensi yang serius.
"Akan ada konsekuensi yang mengerikan," Trump memperingatkan, mengutip Reuters.
Dia telah membuat pernyataan serupa pada beberapa kesempatan sebelumnya selama pertempuran.
Baca tanpa iklan