Rusia Minta Ukraina Mundur dari Donbas jika Ingin Perang Segera Berakhir
Kremlin sebut pasukan Ukraina harus mundur dari Donbas jika ingin perang segera berakhir, namun menolak membahas wilayah lain yang didudukinya.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Nanda Lusiana Saputri
Zelenskyy telah mendesak AS untuk menanggapi ancaman Rusia dengan sewajarnya dan menganggap klaim Rusia sebagai cara untuk merusak kemajuan dalam perundingan perdamaian setelah pertemuan pemimpin Ukraina dengan Donald Trump kemarin.
"Presiden AS, timnya, dan pihak Eropa perlu terlibat dan melakukan pekerjaan yang tepat dengan orang-orang yang baru kemarin dikatakan sangat ingin mengakhiri perang," ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengklaim Ukraina melakukan serangan drone ke kediaman Putin pada malam tanggal 28-29 Desember 2025.
Ia menambahkan bahwa Rusia mungkin akan mempertimbangkan kembali posisinya dalam negosiasi karena serangan itu dan juga sedang mempersiapkan serangan balasan.
-
Trump Menanggapi Dugaan Serangan di Kediaman Putin
Presiden AS Donald Trump mengatakan dia tidak tahu apa-apa tentang dugaan serangan Ukraina terhadap kediaman Presiden Rusia Vladimir Putin, tetapi akan mencari tahu.
"Sebenarnya aku baru mendengarnya, tapi aku tidak tahu pasti. Sayang sekali kalau begitu," katanya dalam konferensi pers dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, seperti yang disiarkan oleh Forbes Breaking News, Senin.
Trump mengatakan Putin telah memberitahunya tentang dugaan serangan itu selama panggilan telepon pada hari Senin.
"Presiden Putin memberi tahu saya tentang hal itu pagi-pagi sekali. Dia bilang dia diserang. Ini tidak baik. Ini tidak baik. Jangan lupakan Tomahawk. Saya menghentikan Tomahawk… Ini bukan waktu yang tepat. Bersikap ofensif karena mereka ofensif itu satu hal. Menyerang rumahnya itu hal lain. Ini bukan waktu yang tepat untuk melakukan semua itu," jelas Trump.
Ketika ditanya apakah ia telah menerima bukti serangan tersebut dari dinas intelijen AS, Trump mengatakan bahwa masalah tersebut sedang diklarifikasi.
"Anda mengatakan mungkin serangan itu tidak terjadi. Itu juga mungkin, saya kira. Tetapi Presiden Putin memberi tahu saya pagi ini bahwa serangan itu memang terjadi," tambahnya, lapor Suspilne.
Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha mengatakan bahwa klaim Rusia tentang dugaan upaya untuk menyerang kediaman Putin bertujuan untuk menciptakan dalih dan pembenaran palsu bagi serangan Rusia lebih lanjut terhadap Ukraina.
Menulis melalui akunnya di platform X @andrii_sybiha, ia menyebut klaim Rusia itu adalah taktik standar untuk menutupi rencananya sendiri.
"Pertama, Rusia telah menyerang gedung pemerintahan Ukraina tahun ini," tulisnya.
"Kedua, Ukraina hanya menyerang target militer yang sah di wilayah Rusia – sebagai tanggapan atas serangan Rusia terhadap Ukraina," lanjutnya.
"Ketiga, Rusia adalah agresor, dan Ukraina adalah negara yang diserang dan membela diri sesuai dengan pasal 51 Piagam PBB. Tidak boleh ada kesamaan yang keliru antara agresor dan negara yang membela diri," tambahnya.
Baca tanpa iklan