Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Akhir Pelarian Wamen Silmy Karim, Keluar Gedung KPK Berbalut Rompi Oranye

Tepat pada pukul 08.36 WIB, Silmy tampak keluar dari ruang pemeriksaan para penyidik KPK.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Akhir Pelarian Wamen Silmy Karim, Keluar Gedung KPK Berbalut Rompi Oranye
Tribunnews.com/Ilham Rian Pratama
DITAHAN KPK - Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim mengenakan rompi tahanan KPK berwarna oranye, Gedung KPK, Jakarta, Kamis (4/6/2026) pagi. 

Ringkasan Berita:
  • Silmy Karim resmi ditahan KPK pada 4 Juni 2026 setelah menjalani pemeriksaan sekitar 10 jam terkait dugaan penipuan pengurusan izin tinggal WNA.
  • Silmy menyerahkan diri pada malam sebelumnya setelah sempat dicari penyidik.
  • Dalam pengembangan kasus ini, KPK juga menyita berbagai aset, termasuk mobil, sepeda motor, sepeda mewah, dan emas sebagai barang bukti.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Pemandangan kontras mewarnai Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di kawasan Kuningan Jakarta pada Kamis (4/6/2026) pagi ini.

Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas) Silmy Karim akhirnya resmi mengenakan rompi tahanan KPK berwarna oranye. 

Penampilan barunya ini sekaligus mengukuhkan statusnya sebagai tersangka setelah menjalani pemeriksaan maraton yang berlangsung intensif selama kurang lebih 10 jam.

Tepat pada pukul 08.36 WIB, Silmy tampak keluar dari ruang pemeriksaan para penyidik KPK. 

Berbalut rompi khas tahanan lembaga antirasuah tersebut, ia berjalan pasrah dengan pengawalan ketat dari petugas KPK. 

Penahanan ini menjadi babak puncak setelah Silmy sebelumnya sempat dicari oleh penyidik terkait operasi tangkap tangan (OTT) yang menyeret Kepala Kantor Imigrasi (Kanim) Jakarta Barat, Ronald Arman Abdul, dalam pusaran kasus dugaan korupsi pengurusan izin tinggal warga negara asing (WNA).

Rekomendasi Untuk Anda

Sebelum berompi oranye, Silmy diketahui baru menyerahkan diri ke KPK pada Rabu (3/6/2026) malam sekitar pukul 22.40 WIB. 

Namun kedatangannya diwarnai aksi arogansi dari sejumlah pria berpakaian safari yang diduga sebagai pengawalnya. 

Para pengawal tersebut menghalangi kerja jurnalis dengan mendorong serta menutupi kamera pewarta yang berusaha mengambil gambar. 

Bahkan, tindak kekerasan sempat terjadi ketika salah seorang pengawal memukul wartawan saat Silmy bersiap memasuki gedung.

Tindakan represif dari para pengawal tersebut memicu reaksi keras dari awak media di lokasi yang merasa terganggu saat menjalankan tugas jurnalistiknya. 

"Mas jangan dorong-dorong dong. Biasa saja," tegur salah seorang wartawan kepada pengawal Silmy yang terus mendesak kerumunan.

Di tengah kericuhan dan dorong-dorongan tersebut, Silmy yang merupakan mantan Dirjen Imigrasi Kemenkumham ini sempat merespons sekilas rentetan pertanyaan awak media. 

Saat dikonfirmasi mengenai keberadaannya yang sempat menghilang dan dicari KPK ketika OTT berlangsung, ia hanya menjawab singkat. 

"Ya gini saja, menyelesaikan agenda," ucap Silmy sesaat sebelum digelandang ke dalam untuk registrasi dan pemeriksaan.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas