Trump Marah Ukraina Serang Kediaman Putin, Zelensky: Mereka Kembali Berulah!
Setelah Presiden AS Donald Trump mengungkapkan kemarahan atas serangan Ukraina ke kediaman Putin, Kyiv menyebut Rusia telah bohong.
Penulis:
Whiesa Daniswara
Editor:
Nanda Lusiana Saputri
Ringkasan Berita:
- Setelah Presiden AS Donald Trump mengungkapkan kemarahan atas serangan Ukraina ke kediaman Presiden Rusia Vladimir Putin, Kyiv langsung membantah.
- Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky menolak klaim serangan drone tersebut sebagai "sebuah rekayasa sepenuhnya" dari Rusia.
- Zelensky menunjukkan bahwa klaim tersebut muncul sehari setelah ia bertemu dengan Trump selama hampir tiga jam di Florida.
TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menyatakan kekecewaannya yang mendalam setelah menerima laporan dari Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengenai dugaan upaya serangan Ukraina terhadap kediaman pribadi pemimpin Rusia tersebut.
Meski demikian, pihak Kyiv dengan tegas membantah tuduhan tersebut.
Dalam konferensi pers yang digelar di klub Mar-a-Lago, Florida, pada Senin (29/12/2025), Trump mengungkapkan informasi tersebut ia peroleh langsung dari Putin melalui sambungan telepon.
"Saya tidak suka itu. Itu tidak baik," ujar Trump, The Kyiv Independent melaporkan.
"Saya baru mengetahuinya dari Presiden Putin hari ini. Saya sangat marah mendengarnya," lanjutnya.
Trump menekankan saat ini merupakan fase yang sangat krusial dan sensitif bagi diplomasi kedua negara.
Menurutnya, serangan terhadap kediaman pribadi seorang pemimpin adalah tindakan yang tidak tepat di tengah upaya gencatan senjata.
"Ini periode yang sensitif. Ini bukan waktu yang tepat. Melakukan serangan ofensif adalah satu hal, tetapi menyerang rumahnya adalah hal lain."
"Sekarang bukan saat yang tepat untuk melakukan itu," tegas Trump.
Setelah mendengar kemarahan Trump, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky langsung menolak klaim serangan pesawat tak berawak tersebut sebagai "sebuah rekayasa sepenuhnya" dari Rusia.
Zelensky menunjukkan klaim tersebut muncul sehari setelah ia bertemu dengan Trump selama hampir tiga jam di Florida.
Baca juga: Trump Sangat Marah usai Ukraina Diduga Coba Serang Kediaman Putin: Saya Tidak Menyukainya
Meskipun pembicaraan tersebut tidak menghasilkan terobosan besar, kedua pemimpin sepakat dalam versi terbaru rencana perdamaian bahwa AS akan menjamin keamanan Ukraina selama 15 tahun, dengan opsi untuk memperpanjang jaminan tersebut, kata Zelensky pada Senin pagi.
"Rusia kembali berulah, menggunakan pernyataan berbahaya untuk merusak semua pencapaian upaya diplomatik bersama kita dengan tim Presiden Trump."
"Kita terus bekerja sama untuk mendekatkan perdamaian," kata Zelensky, mengutip CNN.
"Meskipun Rusia menyebarkan berita palsu untuk membenarkan serangan mereka terhadap Ukraina dan perpanjangan lebih lanjut dari perang ini, badan intelijen utama dunia harus memiliki informasi yang sebenarnya," tambah Zelensky.
Baca tanpa iklan