Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Perjalanan Abu Obaida, Juru Bicara Hamas sejak 2007 hingga Kematiannya

Abu Obaida dikenal sebagai simbol perlawanan Palestina, kerap tampil berkuffiyah dan menjadi suara utama Hamas dalam perang Gaza

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Endra Kurniawan
zoom-in Perjalanan Abu Obaida, Juru Bicara Hamas sejak 2007 hingga Kematiannya
Telegram Hamas Brigade al-Qassam
JURU BICARA HAMAS - Foto juru bicara Hamas, Abu Obaida yang dirilis di Telegram Hamas Brigade al-Qassam pada 26 Juni 2025 (kiri) dan 29 Desember 2025 (kanan). Abu Obaida dikenal sebagai simbol perlawanan Palestina, kerap tampil berkuffiyah dan menjadi suara utama Hamas dalam perang Gaza. 

Sosoknya yang berkuffiyah kerap muncul di layar televisi selama masa perang dan menjadi ikon komunikasi Hamas.

Pidato-pidatonya dianggap merepresentasikan keteguhan, perlawanan, dan semangat rakyat Palestina, lapor Tehran Times.

“Sejak penampilan publik pertamanya pada 2004 selama serangan darat Israel di Gaza utara, ia menjadi satu-satunya juru bicara militer Brigade dan simbol keteguhan perlawanan,” tulis laporan tersebut.

Ia juga menjadi tokoh yang pertama kali mengumumkan penangkapan tentara Israel Gilad Shalit pada 2006, serta Shaul Aron pada 2014, dua peristiwa yang dianggap sebagai kemenangan simbolis bagi kelompok tersebut.

Pada 2024, ia mengecam pemerintah Arab karena dinilai gagal memberikan bantuan kemanusiaan ke Gaza.

“Semoga Tuhan melarang warga Palestina harus meminta penguasa Arab untuk campur tangan secara militer, tetapi kegagalan mereka bahkan untuk memberikan bantuan sungguh mengejutkan,” ujarnya.

Pernyataan itu kemudian menjadi slogan yang menyebar luas di dunia Arab, mencerminkan kekecewaan terhadap sikap negara-negara kawasan.

Rekomendasi Untuk Anda

Mengutip The New Arab, Abu Obaida kerap muncul selama eskalasi besar untuk mengumumkan serangan roket ke kota-kota Israel, perkembangan medan perang, serta pesan terkait sandera Israel.

Selama perang di Gaza, ia menjadi suara utama yang menyampaikan klaim Hamas di medan tempur.

Ia merilis puluhan pernyataan rekaman mengenai operasi militer, nasib tawanan Israel, hingga ancaman eskalasi, menjadikan setiap kemunculannya sorotan publik di Palestina dan Israel.

Kemunculan terakhirnya yang diketahui terjadi pada pertengahan Juli, ketika ia menuduh pemerintah Arab dan Muslim telah meninggalkan Gaza saat wilayah itu menghadapi ancaman kelaparan.

Baca juga: Isi Dokumen 35 Halaman Hamas Soal Operasi Topan Aqsa: Tantang Israel Buka Penyidikan Internasional

Juru Bicara Baru Hamas

Hamas kemudian merilis sebuah video baru melalui saluran Telegram pada Senin, yang menampilkan sosok juru bicara baru kelompok tersebut.

Pria itu mengaku sebagai penerus Abu Obaida dan menyatakan telah mewarisi julukan tersebut.

Ia tampil mengenakan kuffiyah seperti pendahulunya, namun tidak mengungkapkan identitas aslinya.

Dalam pernyataannya, ia menegaskan penolakan Hamas untuk melucuti senjata, yang menurutnya bertentangan dengan kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat dan berlaku sejak Oktober.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas