Perjalanan Abu Obaida, Juru Bicara Hamas sejak 2007 hingga Kematiannya
Abu Obaida dikenal sebagai simbol perlawanan Palestina, kerap tampil berkuffiyah dan menjadi suara utama Hamas dalam perang Gaza
Penulis:
Tiara Shelavie
Editor:
Endra Kurniawan
Ringkasan Berita:
- Hamas mengonfirmasi kematian Abu Obaida, juru bicara militernya sejak 2007, yang tewas dalam serangan Israel pada Agustus 2025.
- Abu Obaida dikenal sebagai simbol perlawanan Palestina, kerap tampil dengan kuffiyah yang menutupi wajahnya dan menjadi suara utama Hamas dalam perang Gaza.
- Setelah kematiannya, Hamas memperkenalkan juru bicara baru dengan nama dan gaya serupa, sementara gencatan senjata di Gaza masih rapuh dengan bentrokan sporadis.
TRIBUNNEWS.COM – Hamas mengonfirmasi pada Senin (29/12/2025) bahwa juru bicaranya, Abu Obaida, tewas dalam serangan Israel pada Agustus lalu.
Hamas juga menyatakan bahwa kepala Hamas di Gaza, Mohammed Sinwar, turut tewas dalam perang Gaza awal tahun ini.
Ini merupakan pertama kalinya Hamas secara terbuka mengakui kematian dua tokoh utamanya, seperti dilansir Mint.
Militer Israel sebelumnya mengatakan pada Mei lalu bahwa mereka telah membunuh Sinwar, adik dari mantan pemimpin Hamas Yahya Sinwar.
Israel juga menyatakan pada 31 Agustus bahwa pasukannya telah membunuh Abu Obaida dalam sebuah serangan udara di Gaza.
Namun, saat itu Hamas belum mengonfirmasi kematian keduanya.
Siapa Abu Obaida?
Abu Obaida, yang memiliki nama asli Huthayfa Samir Abdallah al-Kahlout, adalah seorang militan Palestina dan juru bicara Brigade Al-Qassam, sayap militer Hamas, sejak 2007 hingga kematiannya pada 2025.
Ia dikenal sebagai tokoh sentral dalam kampanye media Al-Qassam.
Obaida lahir di Gaza pada 11 Februari 1985.
Ia pertama kali muncul di hadapan publik pada 2004 dalam sebuah konferensi pers atas nama Brigade Al-Qassam.
Setelah penarikan Israel dari Gaza pada 2005, ia secara resmi ditunjuk sebagai juru bicara kelompok tersebut, menurut Al-Sharq al-Awsat.
Namun menurut Amerika Serikat, Abu Obaida telah menjadi juru bicara Brigade Qassam setidaknya sejak tahun 2007, mengutip Reuters.
Baca juga: Setelah Bertemu Netanyahu, Trump: Ada Konsekuensi jika Hamas Gagal Lucuti Senjata
Abu Obaida kemudian menjadi salah satu figur paling dikenal dari Brigade Al-Qassam, terutama setelah kelompok itu merebut kendali Gaza dari faksi Palestina saingannya, Fatah, pada 2007.
Ia kerap menyampaikan pernyataan dengan kuffiyah yang menutupi wajahnya, terutama selama eskalasi besar, membentuk citra tegas dan simbol perlawanan Hamas terhadap Israel.
Ikon Perlawanan
Bagi banyak warga Palestina, Abu Obaida dipandang sebagai simbol perlawanan.
Baca tanpa iklan