Netanyahu: Hamas Masih Punya 20.000 Petempur, 60.000 Senapan dan Terowongan
Perdana Menteri Israel Netanyahu mengatakan Hamas masih memiliki 20.000 pejuang bersenjata, 60.000 senapan dan banyak terowongan di Gaza.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Nanda Lusiana Saputri
Terkait kekerasan di Tepi Barat, Netanyahu mengklaim ia melakukan upaya khusus untuk menghentikan tindakan balas dendam di Tepi Barat yang diduduki.
Perdana menteri itu mengklaim warga Israel menginginkan hidup berdampingan secara damai dengan warga Palestina yang tinggal di Tepi Barat.
Meski menyerukan "perdamaian" untuk warga Israel dan Palestina, ia menekankan bahwa Israel harus mengambil kendali militer atas Tepi Barat.
"Kami akan menemukan kembali jenazah sandera terakhir di Gaza dengan segala cara yang diperlukan," kata Netanyahu dalam wawancara lain dengan Newsmax.
Mengenai wilayah separatis Somaliland, Perdana Menteri Israel mengatakan, "Somaliland ingin bergabung dengan Kesepakatan Abraham dan secara demokratis berbeda dari wilayah Somalia lainnya."
"Kami tidak menginginkan eskalasi dengan Iran, dan jika mereka berani menargetkan kami, konsekuensinya akan sangat buruk bagi mereka," katanya memperingatkan Iran, seperti diberitakan Al Jazeera.
Ia menambahkan, Iran harus menerima kenyataan mereka tidak boleh memiliki kemampuan pengayaan nuklir.
Israel memulai perang dengan Iran selama 12 hari dengan menyerang Teheran dan fasilitas nuklirnya pada Juni lalu.
AS terlibat dalam serangan terhadap fasilitas nuklir Iran untuk membantu Israel, yang disusul dengan serangan balasan Iran terhadap fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Presiden AS Donald Trump kemudian mengumumkan, Iran dan Israel sepakat untuk menandatangani perjanjian untuk mengakhiri perang tersebut.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)
Baca tanpa iklan