Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

AS Jatuhkan Sanksi terhadap Iran dan Venezuela atas Dugaan Perdagangan Drone

AS menjatuhkan sanksi terhadap Iran dan Venezuela atas dugaan perdagangan drone, di tengah eskalasi ancaman Trump terhadap Teheran.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in AS Jatuhkan Sanksi terhadap Iran dan Venezuela atas Dugaan Perdagangan Drone
YouTube Reuters
TRUMP TELEPON THAILAND - Presiden AS Donald Trump saat bertemu wartawan di Gedung Putih untuk membahas perang antara Thailand dengan Kamboja, Kamis (11/12/2025). Terkini, Departemen Keuangan AS pada Selasa (30/12/2025) mengumumkan menjatuhkan sanksi terhadap Iran dan Venezuela atas dugaan perdagangan drone. 
Ringkasan Berita:
  • Amerika Serikat menjatuhkan sanksi baru terhadap Iran dan Venezuela atas dugaan perdagangan drone buatan Iran, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik.
  • Departemen Keuangan AS menargetkan perusahaan Venezuela EANSA dan ketuanya karena diduga membantu perakitan UAV Iran.
  • Washington menuduh Teheran dan Caracas menyebarkan senjata secara agresif dan sembrono, membekukan aset serta melarang transaksi.
  • Sanksi ini muncul usai Presiden Donald Trump mengancam Iran dan ditolak keras oleh Venezuela.

 

TRIBUNNEWS.COM - Amerika Serikat (AS) menjatuhkan sanksi baru terhadap Iran dan Venezuela atas dugaan keterlibatan dalam perdagangan pesawat nirawak atau drone rancangan Iran, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Washington, Teheran, dan Caracas.

Al Jazeera melaporkan, sanksi yang diumumkan Departemen Keuangan AS pada Selasa (30/12/2025) menargetkan Empresa Aeronautica Nacional SA (EANSA).

EANSA merupakan perusahaan Venezuela yang dituduh membantu pengadaan dan perakitan drone buatan Qods Aviation Industries Iran.

Qods Aviation Industries Iran sebelumnya telah dikenai sanksi oleh Washington.

Selain EANSA, AS juga menjatuhkan sanksi terhadap ketua perusahaan tersebut, Jose Jesus Urdaneta Gonzalez.

Ia dituding berkoordinasi dengan perwakilan militer Venezuela dan Iran dalam produksi kendaraan udara tak berawak (UAV) di wilayah Venezuela.

Rekomendasi Untuk Anda

“Departemen Keuangan meminta pertanggungjawaban Iran dan Venezuela atas proliferasi senjata mematikan yang agresif dan sembrono di seluruh dunia,” kata Wakil Menteri Keuangan AS untuk Terorisme dan Intelijen Keuangan, John K. Hurley, dalam pernyataan resminya.

Ia menegaskan, Washington akan terus mengambil langkah cepat untuk memutus akses jaringan industri militer Iran terhadap sistem keuangan Amerika Serikat.

Sanksi tersebut, membekukan seluruh aset pihak yang ditargetkan di AS.

Sanksi juga melarang warga dan entitas Amerika melakukan transaksi keuangan dengan pihak-pihak tersebut.

Menurut Departemen Keuangan, Teheran dan Caracas telah berkoordinasi dalam penyediaan drone ke Venezuela sejak 2006.

Baca juga: Perketat Tekanan, Trump Sanksi Iran dan Venezuela Atas Perdagangan Senjata

Washington juga menyoroti peran Kementerian Pertahanan dan Logistik Angkatan Bersenjata Iran (MODAFL).

MODAFL telah dikenai sanksi sejak 2020 atas keterlibatannya dalam pengadaan dan penjualan senjata.

AP News melaporkan, dalam paket sanksi terbaru ini, AS turut menargetkan total 10 individu dan entitas dari Iran dan Venezuela.

Target sanksi mencakup warga Iran yang diduga terlibat dalam pengadaan bahan kimia untuk program rudal balistik.

Sanksi juga menyasar jaringan perusahaan yang terkait dengan Rayan Fan Group.

Rayan Fan Group merupakan perusahaan induk Iran yang sebelumnya juga telah dikenai sanksi oleh AS.

Langkah tersebut, menurut Washington, dimaksudkan untuk mendukung pemberlakuan kembali sanksi PBB terhadap Iran terkait program nuklirnya.

Iran selama ini membantah tuduhan Barat.

Teheran bersikeras bahwa program nuklirnya bersifat damai.

Sanksi ini diumumkan sehari setelah Presiden AS Donald Trump kembali melontarkan ancaman keras terhadap Iran.

Dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Florida, Trump mengatakan, AS siap melakukan serangan lebih lanjut.

Ancaman tersebut, disampaikan jika Iran membangun kembali kemampuan rudal atau program nuklirnya.

“Sekarang saya mendengar bahwa Iran mencoba membangun kembali kekuatannya, dan jika mereka melakukannya, kita harus menjatuhkan mereka,” ujar Trump, dikutip Al Jazeera.

Iran merespons cepat ancaman tersebut.

Baca juga: AS Gempur Dermaga Narkoba Venezuela, Serangan Terpisah di Pasifik Tewaskan Dua Orang

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menegaskan bahwa setiap agresi terhadap negaranya akan dibalas dengan keras.

Ia memperingatkan bahwa tindakan tersebut akan membawa konsekuensi serius.

Di saat bersamaan, pemerintahan Trump juga meningkatkan tekanan terhadap Venezuela.

Le Monde melaporkan, Washington mengaitkan sanksi drone ini dengan kampanye tekanan terhadap Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

AS menuduh Maduro terlibat dalam perdagangan narkoba dan kerja sama militer dengan Iran.

Tuduhan tersebut, dibantah keras oleh pemerintah Venezuela.

Venezuela menolak langkah-langkah AS tersebut.

Caracas menyebut, sanksi itu sebagai tindakan “pembajakan”.

Venezuela juga menilai, langkah Washington sebagai upaya terang-terangan untuk menggulingkan pemerintahan Nicolas Maduro.

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas