Terkuak Dalang Serangan Drone Misterius ke PLTN Milik UEA, Benarkah Iran?
Akhirnya terkuak sosok yang meluncurkan drone misterius ke pembangkit nuklir Barakah milik UEA. Apakah benar Iran?
Penulis:
Whiesa Daniswara
Editor:
Nanda Lusiana Saputri
Ringkasan Berita:
- Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) akhirnya merilis siapa dalang dalam serangan drone di kompleks Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Barakah pada akhir pekan lalu.
- Dalam pengumuman tersebut, pemerintah UEA menyebut sosok yang melakukan serangan drone di PLTN Barakah adalah dari wilayah Irak.
- Indikasi ini mengarah kuat pada keterlibatan kelompok milisi Syiah garis keras yang disokong penuh oleh pemerintahan Teheran, Iran.
TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) secara resmi mengumumkan siapa sosok yang melakukan serangan drone di kompleks Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Barakah pada akhir pekan lalu.
Dalam pengumuman tersebut, pemerintah UEA menyebut sosok yang melakukan serangan drone di PLTN Barakah adalah dari wilayah Irak.
Pengumuman ini memicu kekhawatiran global mengenai eskalasi konflik yang kian tidak terkendali di Timur Tengah.
Pasalnya, serangan ini menandai pertama kalinya sebuah fasilitas nuklir komersial aktif menjadi target langsung dalam pusaran konflik bersenjata regional tersebut.
Euronews melaporkan, Kementerian Pertahanan UEA menjelaskan berdasarkan hasil investigasi teknis dan pelacakan digital pasca-insiden, seluruh unit drone yang menyusup ke ruang udara mereka terkonfirmasi berasal dari wilayah tetangga, Irak.
Indikasi ini mengarah kuat pada keterlibatan kelompok milisi Syiah garis keras yang disokong penuh oleh pemerintahan Teheran, Iran.
"Sebagai bagian dari investigasi yang sedang berjalan atas serangan fatal terhadap Pembangkit Listrik Nuklir Barakah pada 17 Mei 2026, sistem pemantauan taktis kami mengonfirmasi bahwa tiga drone yang masuk ke wilayah kami sepenuhnya bergerak dari arah Irak," bunyi rilis resmi militer UEA, Selasa (19/5/2026).
Insiden menegangkan itu terjadi pada Minggu (17/5/2026) dini hari.
Pertahanan udara UEA sebenarnya berhasil melumpuhkan dua drone penyusup.
Namun sial, satu drone lainnya berhasil lolos dari sistem cegat dan menghantam sebuah generator listrik yang terletak di luar perimeter dalam Pembangkit Barakah.
Akibat hantaman tersebut, kobaran api sempat membubung tinggi di area fasilitas.
Baca juga: Iran Akan Buka Front Baru jika AS Lanjutkan Perang, Teheran Siap Beri Kejutan
Beruntung, Otoritas Federal untuk Regulasi Nuklir UEA (FANR) bergerak cepat melokalisasi situasi.
Pihak berwenang memastikan reaktor nuklir utama sama sekali tidak mengalami kerusakan material, serta tidak ditemukan adanya kebocoran zat radioaktif yang membahayakan lingkungan sekitar maupun korban luka dari pihak pekerja pangkalan.
Meskipun demikian, serangan ini dinilai sebagai "lampu merah" bagi keamanan energi regional.
Pembangkit Nuklir Barakah yang bernilai 20 miliar dolar AS merupakan tulang punggung energi UEA, menyuplai hampir 25 persen dari total kebutuhan listrik nasional di negara tersebut.