Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Hadapi Tantangan Era Digital, Pondok Gontor Magelang Bekali Santri Wawasan Hukum dan Bijak Bermedsos

Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Kampus 5 Darul Qiyam Magelang, Jawa Tengah, menggelar diskusi interaktif bijak bermedsos.

Tayang:
Diperbarui:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Hadapi Tantangan Era Digital, Pondok Gontor Magelang Bekali Santri Wawasan Hukum dan Bijak Bermedsos
Tribunnews.com/IST
GELAR DISKUSI - Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Kampus 5 Darul Qiyam Magelang, Jawa Tengah, menggelar diskusi interaktif bertajuk “Santri Berkarakter dan Berwawasan Luas” pada  Minggu (7/6/2026). Kegiatan ini digelar sebagai upaya membekali santri kelas 5 dan 6 dengan pemahaman hukum siber dan komunikasi publik sebelum terjun ke tengah masyarakat. 

Ringkasan Berita:
  • PMDG Gontor Magelang bekali santri wawasan hukum siber dan komunikasi publik digital.
  • Pembicara tekankan pentingnya literasi hukum dan etika bermedia sosial bagi santri.
  • Santri diharapkan adaptif menghadapi perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai pesantren.

 

TRIBUNNEWS.COM - Teknologi digital dan penggunaan media sosial menuntut pemahaman mengenai risiko penyalahgunaannya.

Secara nasional, jumlah pengguna media sosial di Indonesia menurut data We Are Social menembus angka 180 juta orang pada 2026.

Jumlah ini setara dengan 62,9 persen dari total populasi.

Kondisi ini menuntut adanya pembekalan yang tidak hanya memperkuat nilai keagamaan, tetapi juga meningkatkan kesadaran hukum dan etika bermedia di era digital.

Hal itu yang mendorong Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Kampus 5 Darul Qiyam Magelang, Jawa Tengah, menggelar diskusi interaktif bertajuk “Santri Berkarakter dan Berwawasan Luas” pada  Minggu (7/6/2026).

Rekomendasi Untuk Anda

Kegiatan ini digelar sebagai upaya membekali santri kelas 5 dan 6 dengan pemahaman hukum siber dan komunikasi publik sebelum terjun ke tengah masyarakat.

Diskusi tersebut menghadirkan dua alumni Gontor sebagai pembicara utama, yakni Ustaz Muhammad Shobirin, S.H., M.H., alumni tahun 2001 yang dikenal sebagai praktisi hukum dan advokat nasional, serta Ustaz Hafyz Marshal, alumni tahun 2008 yang bergerak di bidang komunikasi media dan hubungan masyarakat.

Selain itu, Wakil Pengasuh Gontor 5 Magelang, Ustaz Imam Haryadi juga hadir dalam diskusi tersebut.

Dalam pemaparannya, Muhammad Shobirin menegaskan pentingnya literasi hukum di lingkungan pendidikan Islam.

Menurut dia, pemahaman terhadap regulasi dan aspek hukum kini menjadi kebutuhan penting bagi pesantren maupun para santri.

“Santri dan pengelola institusi pendidikan perlu memahami betul hukum yang menaungi pesantren," ungkapnya dalam keterangan tertulis, Minggu.

"Hal ini krusial sebagai bentuk mitigasi dan pencegahan terhadap berbagai potensi permasalahan hukum yang mungkin muncul di kemudian hari,” lanjut Shobirin.

Baca juga: Kemnaker Buka Pendaftaran Pelatihan Vokasi Batch 2 2026: Ada 24 Jurusan, Cek Syarat, dan Cara Daftar

Sementara itu, Hafyz Marshal menyoroti besarnya pengaruh media sosial di era digital.

Ia mengingatkan para santri agar mampu menggunakan media sosial secara bijak, etis, dan bertanggung jawab.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas