Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Ancaman Belum Hilang, Taiwan Siaga Tinggi meski Armada Perang China Mundur

Taiwan siaga tinggi meski kapal perang China mulai mundur. Beijing belum umumkan akhir latihan, Taipei khawatir manuver susulan bisa muncul kapan saja

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Ancaman Belum Hilang, Taiwan Siaga Tinggi meski Armada Perang China Mundur
Tribunnews.com/Choirul Arifin
POTENSI KONFLIK DI LAUTAN - Ten Dash Line garis-garis putus perbatasan laut China yang bersinggungan dengan sejumlah negara Asia Tenggara di Laut China Selatan, termasuk dengan Vietnam, Filipina dan Brunei. Taiwan siaga tinggi meski kapal perang China mulai mundur. Beijing belum umumkan akhir latihan, Taipei khawatir manuver susulan bisa muncul kapan saja 

Ringkasan Berita:
  • Taiwan tetap siaga tinggi meski kapal perang China mundur, karena Beijing belum mengumumkan secara resmi berakhirnya latihan militer besar-besaran.
  • Otoritas Taiwan menilai situasi masih berpotensi berubah, mengingat pola tekanan berulang China dan aktivitas militernya yang masih berlangsung di kawasan regional.
  • Taiwan memandang latihan “Misi Keadilan 2025” sebagai intimidasi militer yang mengancam keamanan nasional dan stabilitas Indo-Pasifik, sehingga kewaspadaan tidak diturunkan.

TRIBUNNEWS.COM - Taiwan tetap berada dalam status siaga tinggi meskipun kapal-kapal perang China dilaporkan mulai mundur dari perairan di sekitar pulau tersebut

Otoritas Taiwan menegaskan langkah ini diambil karena Beijing belum secara resmi mengumumkan berakhirnya latihan militer besar-besaran yang digelar di kawasan Selat Taiwan dan sekitarnya.

Tanpa pernyataan resmi dari Beijing, Taiwan menilai situasi masih berpotensi berubah sewaktu-waktu, termasuk kemungkinan gelombang manuver lanjutan atau latihan susulan.

Mengingat dalam beberapa insiden sebelumnya, China kerap menggunakan pola “tekan–reda–tekan kembali” untuk menguji respons Taiwan dan komunitas internasional. Karena itu, penurunan kewaspadaan terlalu dini dinilai berisiko strategis.

Seorang pejabat penjaga pantai Taiwan mengonfirmasi bahwa seluruh 11 kapal penjaga pantai Tiongkok telah menjauh dari perairan sekitar Taiwan.

Meski demikian, pejabat keamanan Taiwan menyebut pusat tanggap darurat militer dan penjaga pantai masih aktif guna mengantisipasi kemungkinan eskalasi lanjutan dari kapal dan pesawat China.

Rekomendasi Untuk Anda

Hal serupa juga diungkap Kepala Dewan Urusan Kelautan Taiwan, Kuan Bi-ling, yang mengatakan situasi di laut relatif lebih tenang dibandingkan sehari sebelumnya.

Namun kewaspadaan tidak diturunkan karena aktivitas militer China masih berlangsung di wilayah regional yang lebih luas.

“Situasi maritim telah tenang, dengan kapal-kapal secara bertahap meninggalkan lokasi. Namun karena China belum mengumumkan berakhirnya latihan militer, pusat tanggap darurat tetap beroperasi,” ujar Kuan dikutip dari CNA.

China Kerahkan Angkatan Darat hingga Pasukan Roket

Adapun status siaga perang diberlakukan Taiwan usai pemerintah China  menggelar latihan militer skala besar di sekitar Taiwan pada pekan ini.

Baca juga: Ritual Pengusiran Setan di China Berujung Kematian, Ibu Dipidana karena Kelalaian

Pengumuman ini disampaikan oleh Komando Medan Timur Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), Senin (29/12/2025).

Dalam laporannya PLA menjelaskan bahwa latihan ini bakal dimulai Selasa (30/12/2025), melibatkan seluruh kekuatan utama militer China, mulai dari angkatan darat, laut, udara, hingga pasukan roket.

Latihan yang dinamai Misi Keadilan 2025 digelar di lima zona sekitar Pulau Taiwan dengan pemberlakuan pembatasan wilayah laut dan udara, menandakan intensitas latihan yang signifikan.

Juru bicara Komando Medan Timur Kolonel Shi Yi menjelaskan bahwa latihan ini dirancang untuk menguji kemampuan operasi gabungan lintas matra dalam skenario tempur modern.

Ia menyebut latihan tersebut sebagai peringatan serius bagi kelompok yang mendorong kemerdekaan Taiwan serta pihak asing yang dianggap mencampuri urusan internal China.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas