Keanehan Klaim Rusia Soal Serangan Drone Ukraina ke Kediaman Putin
Banyak analis yang meragukan klaim Rusia, curiga kalau hal itu cuma dibuat-buat sebagai pembenaran Moskow untuk membalas lebih keras.
Penulis:
Hasiolan Eko P Gultom
“ Konfigurasi serangan, jumlah aset serangan udara yang terlibat… dengan jelas menunjukkan bahwa serangan teroris oleh rezim Kyiv itu disengaja, direncanakan dengan cermat, dan dilakukan secara berlapis ,” kata jenderal itu.
Ukraina: Cuma Rekayasa Rusia
Bersamaan dengan pernyataan Romanenkov, Kementerian Pertahanan merilis sebuah video yang menurut mereka menunjukkan sebuah drone Ukraina yang jatuh di hutan bersalju pada malam hari, dan mengklaim bahwa itu adalah salah satu dari puluhan drone yang digunakan dalam serangan terhadap Valdai.
Rekaman tersebut tidak menyertakan detail yang memungkinkan verifikasi independen tentang kapan atau di mana rekaman itu diambil.
"Pengarahan dari Kementerian Pertahanan Rusia kemungkinan besar tidak akan menghilangkan tuduhan dari para pejabat Ukraina kalau klaim Rusia tentang serangan terhadap kediaman Putin adalah rekayasa dan mungkin merupakan upaya untuk menciptakan perpecahan antara pemerintahan Trump dan Kyiv pada saat kritis bagi perundingan perdamaian," ulas TMT dalam laporannya.
Trump, yang bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Florida akhir pekan ini, mengatakan kepada wartawan pada hari Senin bahwa dia " sangat marah " tentang insiden tersebut.
Sementara itu, Zelensky mengatakan tim negosiasi Ukraina telah membahas tuduhan tersebut dengan para pejabat AS. “Mitra kami dapat memverifikasi apakah ini dibuat-buat, mengingat kemampuan teknis mereka,” katanya.
Intelijen Barat Ragukan Klaim Rusia
Duta Besar AS untuk NATO, Matthew Whitaker, mengatakan pada hari Selasa bahwa badan-badan intelijen Barat sedang meneliti klaim Rusia tersebut.
“Tidak jelas apakah itu benar-benar terjadi,” kata Whitaker dalam sebuah wawancara dengan Fox News.
“Ukraina menerima serangan drone dan rudal setiap malam di ibu kotanya, dan yang bisa dilakukannya hanyalah membela diri.”
Jika dikonfirmasi, insiden tersebut bukanlah kali pertama drone Ukraina mencapai daerah tempat tinggal Putin. Pada Mei 2023, dua drone menghantam atap Kremlin, yang oleh otoritas Rusia digambarkan sebagai upaya pembunuhan terhadap presiden.
Pada saat yang sama, Zelensky sebelumnya mengatakan bahwa Rusia telah melakukan beberapa upaya yang gagal untuk membunuhnya sejak diluncurkannya invasi skala penuh ke Ukraina pada Februari 2022.
Baca tanpa iklan