Kombinasi Drone Canggih Plus 'Orang Dalam' CIA, Cara AS Culik Presiden Venezuela
Serangan ke Caracas secara langsung disebut-sebut sebagai prosedur standar pelaksanaan operasi militer untuk mengamankan tim lapangan
Penulis:
Hasiolan Eko P Gultom
Kombinasi Drone Canggih Plus "Orang Dalam" CIA, Cara AS Culik Presiden Venezuela
Ringkasan Berita:
- Seorang agen pemerintah Venezuela yang bekerja sama dengan CIA memantau lokasi dan pergerakan Presiden Nicolás Maduro sebelum penangkapannya.
- Pengintaian itu termasuk penggunaan drone rahasia dan pelaporan intelijen.
- Laporan dari intel dan pantauan drone membantu pasukan AS melaksanakan operasi penculikan tersebut.
TRIBUNNEWS.COM - Dalam sebuah operasi militer yang dinilai terang-terangan mengabaikan kedaulatan sebuah negara, Amerika Serikat (AS) menangkap presiden sah dan terpilih Venezuela, Nicolas Maduro, Sabtu (3/1/2026).
Operasi militer tersebut disebut banyak pengamat geopolitik sebagai sebuah "penculikan" dengan dalih penegakan hukum dan pemberantasan narkoba di wilayah AS yang lucunya dilaksankan jauh dari teritorial AS itu sendiri.
Baca juga: Mata Ditutup-Tangan Diborgol, Presiden Nicolás Maduro Satu Penjara Bareng Tahanan Pencabulan
Dari aspek teknis "penculikan", tulisan New York Times melaporkan kalau AS menggunakan jasa Badan Intelijen Pusat mereka (CIA) dengan bekerja sama dengan "orang dalam" Pemerintah Venezuela.
"Kerjasama ini dilakukan untuk memantau keberadaan Presiden Nicolás Maduro menjelang penangkapannya oleh pasukan AS," menurut orang-orang yang mengetahui operasi intelijen tersebut dikutip dari laporan tersebut, Minggu (4/1/2025).
Pasukan AS yang dimaksud disebut-sebut sebagai unit Delta Force, satuan khusus yang lazim bekerja di belakang garis musuh (behind enemy lines).
Alur kerjasama tersebut adalah, sumber di dalam Pemerintahan Venezuela memberikan informasi rinci kepada CIA tentang lokasi dan pergerakan Maduro dalam beberapa hari dan jam sebelum ia ditangkap.
"Intelijen AS kemudian menggunakan pengawasan rahasia, termasuk pesawat tempur siluman tanpa awak (drone militer), untuk mempertahankan pengamatan yang hampir terus-menerus di area-area penting," demikian laporan tersebut.
Pingintaian Non-Stop
The New York Times menggambarkan bagaimana drone yang dikendalikan CIA terbang tanpa terdeteksi non-stop di atas wilayah Venezuela untuk mengumpulkan informasi intelijen secara langsung tentang posisi Maduro.
Kombinasi laporan dari sumber internal dan pengawasan udara membantu para perencana AS mengatur waktu dan melaksanakan langkah yang berujung pada penangkapannya.
"Keterlibatan agen lokal dan penggunaan alat pengawasan rahasia menggarisbawahi kedalaman upaya intelijen AS di Venezuela, bagian dari strategi yang lebih luas untuk menekan pemerintah Maduro," tulis laporan tersebut.
Para pejabat pemerintah AS sebelumnya telah mengungkapkan kalau CIA memang telah menerima wewenang rahasia yang diperluas untuk beroperasi di dalam Venezuela.
Serangan ke Caracas secara langsung disebut-sebut sebagai prosedur standar pelaksanaan operasi militer untuk mengamankan tim lapangan sesudah melaksanakan tugasnya.
Implikasi Hukum Internasional dan Diplomatik
Penggunaan informan Venezuela yang bekerja dengan intelijen AS dapat berdampak pada struktur keamanan internal Caracas.
Hal ini juga menimbulkan pertanyaan tentang pengaruh asing dalam pemerintahan Maduro.
Para pejabat Venezuela belum menanggapi laporan New York Times tersebut secara terbuka.
Perkembangan yang terjadi ini menyusul aksi militer AS yang menyebabkan penangkapan Maduro dan pemindahannya dari Venezuela untuk diadili di pengadilan federal AS.