Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
DOWNLOAD
Tribun
LIVE ●
tag populer

Pengembangan Tank Harimau dan Rudal  KHAN ITBM-600 Jadi Perhatian Pengamat Militer Jepang

Kerja sama Indonesia–Turki soal Tank Harimau dan rudal KHAN ITBM-600 disorot Jepang, dinilai tingkatkan daya gentar dan doktrin TNI AD.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Pengembangan Tank Harimau dan Rudal  KHAN ITBM-600 Jadi Perhatian Pengamat Militer Jepang
Roketsan
PERSENJATAAN TURKI - Rudal balistik jarak pendek Bora, sama dengan KHAN ITBM-600, seperti yang terlihat pada gambar, adalah salah satu dari sekian banyak rudal dalam persenjataan Turki. Rudal ini lebih pendek daripada rudal balistik Tayfun yang diuji coba di atas Laut Hitam pada 18 Oktober 2022. (Roketsan) 

Ringkasan Berita:
  • Pengembangan Tank Harimau/MMWT dan rudal KHAN ITBM-600 hasil kerja sama Indonesia–Turki menarik perhatian pengamat militer Jepang. 
  • Masamichi Saito menilai tren tank medium dan pengadaan empat baterai KHAN menunjukkan pembangunan satuan tempur balistik lengkap, bukan sekadar pembelian rudal. 
  • Empat baterai memberi efek daya gentar, sebaran operasional, dan lompatan doktrin pertahanan darat Indonesia.

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Pengembangan bersama antara Indonesia-Turki mengenai Tank Harimau dan rudal  KHAN ITBM-600 ternyata jadi perhatian pengamat militer Jepang.

 "Tank ringan jenis medium yang tampak seperti tank tempur muncul untuk tujuan mengurangi biaya. Contohnya adalah MMWT  (Modern Medium Weight Tank)  yang dikembangkan bersama oleh Indonesia dan Turki belum lama ini," ungkap pengamat militer Masamichi Saito dalam tulisannya Sabtu ini (3/1/2026).

MMWT dikembangkan bersama sejak 2015 sebagai bagian dari perubahan trend dunia ke tank medium yang lebih murah tetapi kapasitas dan kualitas lebih baik di berbagai negara, tambahnya.

Kerjasama Indonesia dengan Turki juga untuk rudal jarak menengah KHAN ITBM-600 yang unit pertamanya diterima Indonesia Agustus 2025 dan sisanya akan diterima awal tahun 2026 ini dengan kontrak pengadaan  “empat baterai” .

 Penyebutan rencana pengadaan “empat baterai” untuk sistem rudal balistik taktis KHAN ITBM-600 menimbulkan pertanyaan publik, menurutnya,  apa arti satu baterai rudal, dan sejauh mana dampaknya terhadap kapabilitas pertahanan Indonesia? Berikut penjelasan teknisnya.

Baca juga: Pria Lampung Jadi Raja Tempe Indonesia di Jepang: Omzet Rp320 Juta Sebulan dan Kuliahkan Anak di AS 

Rekomendasi Untuk Anda

Apa Itu “Baterai” dalam Sistem Rudal Balistik?

Dalam doktrin artileri modern, baterai bukan satu unit peluncur tunggal. 

Satu baterai adalah paket tempur lengkap yang terdiri dari beberapa elemen utama yang bekerja terpadu, umumnya mencakup empat hal, masing-masing  Unit Peluncur (Launcher).

Kendaraan peluncur beroda (mis. 8×8) yang membawa dan menembakkan rudal. Satu baterai biasanya memiliki beberapa launcher, bukan satu.

Kemudian kendaraan Komando & Kendali (C2) yang merupakan pusat pengendali tembakan, perencanaan misi, dan sinkronisasi antar-unit.

Hal ketiga adalah unit Radar/Surveilans & Sensor yang mendukung akuisisi target dan integrasi data (pada level taktis).

Kendaraan Logistik & Pendukung yang juga termasuk amunisi cadangan, pemeliharaan, komunikasi, dan perlindungan.

"Dengan struktur tersebut, baterai adalah satu kesatuan tempur otonom yang siap operasi," katanya.

Makna “Empat Baterai” KHAN ITBM-600

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas