Pengembangan Tank Harimau dan Rudal KHAN ITBM-600 Jadi Perhatian Pengamat Militer Jepang
Kerja sama Indonesia–Turki soal Tank Harimau dan rudal KHAN ITBM-600 disorot Jepang, dinilai tingkatkan daya gentar dan doktrin TNI AD.
Editor:
Eko Sutriyanto
Jika TNI AD menerima empat baterai KHAN ITBM-600, artinya Indonesia tidak hanya membeli rudal, tetapi membangun empat satuan tempur balistik taktis lengkap.
Dampaknya ada tiga hal.
Pertama adalah redundansi & Ketahanan menjadi tidak bergantung pada satu titik; kemampuan tetap ada meski satu baterai nonaktif.
Hal Kedua, cakupan Operasional Lebih Luas dengan Baterai dapat dipisah dan ditempatkan di wilayah berbeda sesuai kebutuhan.
Hal ketiga adalah kesiapsiagaan Berlapis dengan rotasi operasi–latihan–pemeliharaan tanpa kehilangan kemampuan tempur.
Bagaimana dampak terhadap Kapabilitas Pertahanan Indonesia?
1) Daya Gentar (Deterrence) yang Kredibel
KHAN ITBM-600—varian ekspor dari BORA buatan Roketsan—memberi kemampuan serangan presisi jarak jauh. Empat baterai meningkatkan kepastian respons dan daya tangkal.
2) Mobilitas & Survivabilitas
Platform mobile (shoot-and-scoot) membuat baterai sulit dilacak dan dihantam, meningkatkan survivabilitas dalam skenario konflik.
3) Fleksibilitas Penempatan
Sebagai negara kepulauan, Indonesia diuntungkan oleh kemampuan pemisahan baterai untuk melindungi objek vital strategis dan ruang kedaulatan.
4) Lompatan Doktrin Artileri Darat
Empat baterai menandai pergeseran dari artileri konvensional ke strike presisi berlapis, memperkaya opsi komando darat tanpa bergantung pada satu platform.
Transparansi & Keamanan
Pemerintah Indonesia memang tidak merilis detail jumlah launcher atau rudal per baterai dan dalam praktik hal itu lazim demi keamanan.
Baca tanpa iklan