Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Pengembangan Tank Harimau dan Rudal  KHAN ITBM-600 Jadi Perhatian Pengamat Militer Jepang

Kerja sama Indonesia–Turki soal Tank Harimau dan rudal KHAN ITBM-600 disorot Jepang, dinilai tingkatkan daya gentar dan doktrin TNI AD.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Pengembangan Tank Harimau dan Rudal  KHAN ITBM-600 Jadi Perhatian Pengamat Militer Jepang
Roketsan
PERSENJATAAN TURKI - Rudal balistik jarak pendek Bora, sama dengan KHAN ITBM-600, seperti yang terlihat pada gambar, adalah salah satu dari sekian banyak rudal dalam persenjataan Turki. Rudal ini lebih pendek daripada rudal balistik Tayfun yang diuji coba di atas Laut Hitam pada 18 Oktober 2022. (Roketsan) 

Jika TNI AD menerima empat baterai KHAN ITBM-600, artinya Indonesia tidak hanya membeli rudal, tetapi membangun empat satuan tempur balistik taktis lengkap. 

Dampaknya ada tiga hal.

Pertama adalah redundansi & Ketahanan menjadi tidak bergantung pada satu titik; kemampuan tetap ada meski satu baterai nonaktif.

Hal Kedua, cakupan Operasional Lebih Luas dengan Baterai dapat dipisah dan ditempatkan di wilayah berbeda sesuai kebutuhan.

Hal ketiga adalah kesiapsiagaan Berlapis dengan rotasi operasi–latihan–pemeliharaan tanpa kehilangan kemampuan tempur.

Bagaimana dampak terhadap Kapabilitas Pertahanan Indonesia?

1) Daya Gentar (Deterrence) yang Kredibel

Rekomendasi Untuk Anda

KHAN ITBM-600—varian ekspor dari BORA buatan Roketsan—memberi kemampuan serangan presisi jarak jauh. Empat baterai meningkatkan kepastian respons dan daya tangkal.

2) Mobilitas & Survivabilitas

Platform mobile (shoot-and-scoot) membuat baterai sulit dilacak dan dihantam, meningkatkan survivabilitas dalam skenario konflik.

3) Fleksibilitas Penempatan

Sebagai negara kepulauan, Indonesia diuntungkan oleh kemampuan pemisahan baterai untuk melindungi objek vital strategis dan ruang kedaulatan.

4) Lompatan Doktrin Artileri Darat

Empat baterai menandai pergeseran dari artileri konvensional ke strike presisi berlapis, memperkaya opsi komando darat tanpa bergantung pada satu platform.

Transparansi & Keamanan

Pemerintah Indonesia memang tidak merilis detail jumlah launcher atau rudal per baterai dan dalam praktik hal itu lazim demi keamanan. 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas