Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Wapres Venezuela Delcy Rodriguez Beber Motif Serangan AS

Delcy Rodríguez ungkap motif serangan AS ke Venezuela: perubahan rezim & penguasaan energi jadi tujuan utama.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Glery Lazuardi
zoom-in Wapres Venezuela Delcy Rodriguez Beber Motif Serangan AS
Tangkapan layar media sosial
DELCY RODRIGUEZ. Presiden Venezuela ditangkap Amerika. Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodríguez diunggulkan sebagai pengganti sementara. Unggahan Delcy pada 28 Agustus 2025 di Instagramnya @delcyrodriguezv. 
Ringkasan Berita:
  • Wapres Venezuela Delcy Rodríguez menuding serangan AS bertujuan perubahan rezim dan penguasaan energi. 
  • Ia menuntut pembebasan Presiden Nicolás Maduro serta bukti kondisi hidupnya. 
  • Mahkamah Agung meminta Delcy memimpin sementara demi kesinambungan pemerintahan. 

TRIBUNNEWS.COM - Wakil Presiden Venezuela, Delcy Rodríguez, buka-bukaan soal motif di balik serangan Amerika Serikat terhadap negaranya. 

"Agresi ini hanya memiliki satu tujuan, yakni perubahan rezim di Venezuela. Perubahan rezim tersebut juga akan membuka jalan bagi penguasaan sumber daya energi kami," ujar Rodriguez pada Sabtu (3/1/2026).

Pernyataan itu disampaikan merespons rencana Presiden AS Donald Trump mengelola dan menjual minyak Venezuela.

Menurut Rodriguez, pemerintahnya akan mempertahankan sumber daya alamnya setelah serangan Amerika Serikat dan penangkapan Presiden Nicolas Maduro.

Dia menjelaskan sumber daya alam tersebut merupakan hal yang sangat penting bagi pembangunan nasional.

Baca juga: Penangkapan Presiden Maduro dan Matinya Hukum Internasional

Wapres Venezuela Minta Trump Bebaskan Maduro

Dia menuntut Amerika Serikat membebaskan Presiden Nicolás Maduro seusai ditangkap pasukan Donald Trump

Dalam keterangannya melalui televisi Venezuela, Delcy menuntut pembebasan segera Maduro dan istrinya, Cilia Flores. 

Rekomendasi Untuk Anda

Pihaknya sangat mengutuk operasi skala besar Amerika Serikat terhadap Venezuela

Delcy menekankan, bahwa negaranya tak akan menyerah. 

Sebelumnya, Delcy Rodriguez juga meminta Presiden Donald Trump memberikan bukti bahwa Maduro dan istri masih hidup. 

"Kami menuntut agar pemerintah Presiden Donald Trump segera memberikan bukti bahwa Presiden Maduro dan Ibu Negara masih hidup," kata Rodriguez. 

Merespons hal itu, Trump langsung membagikan foto terkait kondisi Maduro melalui media sosialnya. 

Terlihat, Maduro dalam kondisi matanya ditutup sembari memegang botol air. 

Pihaknya saat itu sedang mengenakan celana olahragaberwana abu-abu dan kaus di atas kapal USS Iwo Jima. 

Trump menyatakan, Presiden Maduro saat itu dalam perjalanan menuju ke New York. 

Baca juga: Reaksi Rakyat Venezuela setelah Presiden Maduro Ditangkap AS, Hening dan Cemas Menyelimuti

Sosok Wapres Venezuela

Sosok Delcy Rodriguez kini menjadi sorotan seusai diminta untuk menggantikan memerintah Venezuela seusai Presiden Nicolas Maduro ditangkap pasukan Amerika Serikat

Kamar Konstitusi Mahkamah Agung Venezuela meminta Delcy untuk mengambil alih jabatan tersebut demi menjamin kesinambungan pemerintahan.

Pernyataan itu disampaikan pada Sabtu (3/1/2026). 

Dilaporkan, mereka akan memulai diskusi hukum untuk menentukan kerangka kerja yang dibutuhkan. 

Hal itu juga bertujuan untuk memastikan administrasi pemerintahan, dan pembelaan kedaulatan dalam menghadapi penangkapan Maduro.

Adapun Trump juga menyatakan, bahwa Delcy  akan memimpin Venezuela dalam waktu dekat.

Sebagai informasi, perempuan kelahiran Caracas 18 Mei 1969 itu dijuluki Maduro sebagai "harimau". 

Hal itu dikarenakan Delcy kerap melakukan pembelaan yang gigih terhadap pemerintahan sosialisnya. 

Perempuan berusia 56 tahun itu menjabat sebagai wakil presiden sejak 2018. 

Peran Rodriguez sebagai menteri keuangan dan perminyakan, yang diemban bersamaan dengan jabatannya sebagai wapres turut menjadikannya tokoh kunci dalam pengelolaan ekonomi Venezuela

Ia memberi pengaruh besar di sektor swasta negara yang lesu. 

Delcy telah menerapkan kebijakan ekonomi ortodoks dalam upaya memerangi inflasi yang berlebihan.

(Mynews4/Reuters/KompasTV)

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas