Kutil di Area Kelamin, Berbahaya atau Tidak? Ini Penjelasan Dokter
Tidak semua kutil atau benjolan di area kelamin bersifat berbahaya. Namun, hal tersebut hanya bisa dipastikan melalui pemeriksaan medis.
Penulis:
Aisyah Nursyamsi
Editor:
Willem Jonata
Ringkasan Berita:
- Tidak semua kutil atau benjolan di area kelamin bersifat berbahaya. Namun, hal tersebut hanya bisa dipastikan melalui pemeriksaan medis
- Kutil di area kelamin bisa muncul tanpa rasa nyeri, panas, atau keluhan lain. Akibatnya, banyak orang tua menganggapnya sebagai kondisi biasa.
- Padahal, tanpa pemeriksaan, sulit memastikan apakah itu hanya pertumbuhan ringan atau tanda infeksi tertentu
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Munculnya kutil atau benjolan kecil di area kelamin sering dianggap sepele oleh sebagian orang tua.
Padahal, kondisi ini tidak boleh diabaikan, terutama jika terjadi pada anak.
Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, Dr. dr. Hanny Nilasari, Sp.D.V.E, Subsp. Ven, FINSDV, FAADV, menegaskan bahwa setiap kelainan di area kelamin harus diwaspadai sejak awal.
“Jadi kalau misalnya kita ketemu ada suatu kelainan di area kelamin kita atau kelamin anak kita ya harus kita waspandai,” ujarnya pada kelas jurnalis yang diselenggarakan di Park Hyatt Jakarta Pusat, Jumat (24/4/2026).
Menurut dr. Hanny, tidak semua kutil atau benjolan di area kelamin bersifat berbahaya. Namun, hal tersebut hanya bisa dipastikan melalui pemeriksaan medis.
Salah satu penyebab yang sering ditemukan adalah infeksi Human Papillomavirus (HPV), khususnya tipe risiko rendah.
“Kalau misalnya diagnosisnya itu adalah kutir anogenital atau genital warts itu biasanya disebarkan karena infeksi human papilloma virus tipe-tipe yang risiko rendah,” jelasnya.
Tipe HPV seperti 6 dan 11 termasuk kategori risiko rendah, tetapi tetap memerlukan perhatian dan penanganan yang tepat.
Gejalanya Bisa Tidak Terasa, Ini yang Sering Menipu
Yang membuat kondisi ini berbahaya adalah gejalanya yang sering tidak terasa.
Kutil di area kelamin bisa muncul tanpa rasa nyeri, panas, atau keluhan lain. Akibatnya, banyak orang tua menganggapnya sebagai kondisi biasa.
Padahal, tanpa pemeriksaan, sulit memastikan apakah itu hanya pertumbuhan ringan atau tanda infeksi tertentu.
Meski kadang tanpa gejala, ada beberapa kondisi yang perlu menjadi perhatian serius.
Jika benjolan semakin besar, terasa nyeri, mudah berdarah, atau mengalami perubahan bentuk dan warna, orang tua tidak boleh menunda pemeriksaan.
“Kalau ada yang tidak normal atau tidak seru biasanya segera bawa ke dokter, jangan diobati sendirian,” tegas dr. Hanny.
Baca tanpa iklan