Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Kutil di Area Kelamin, Berbahaya atau Tidak? Ini Penjelasan Dokter

Tidak semua kutil atau benjolan di area kelamin bersifat berbahaya. Namun, hal tersebut hanya bisa dipastikan melalui pemeriksaan medis.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
zoom-in Kutil di Area Kelamin, Berbahaya atau Tidak? Ini Penjelasan Dokter
Freepik
ILUSTRASI JENIS KELAMIN 

Di tengah maraknya informasi di media sosial atau grup percakapan, tidak sedikit orang mencoba mengobati sendiri dengan bahan alami.

Padahal, langkah ini justru bisa memperparah kondisi jika tidak sesuai dengan penyebabnya.

Penggunaan bahan sembarangan tanpa diagnosis yang jelas berisiko menimbulkan iritasi atau memperburuk infeksi.

Dr. Hanny juga mengingatkan bahwa tidak semua benjolan kecil di area kelamin adalah kutil akibat HPV.

Ada perbedaan antara kutil yang khas dengan benjolan lain.

“Kalau benjolan kecil di area kelamin, itu belum tentu Human Papillomavirus (HPV),” jelasnya.

Kutil biasanya berbentuk tonjolan di permukaan kulit dengan warna menyerupai kulit dan tekstur tertentu. Sementara benjolan dengan kemerahan, bengkak, atau perubahan warna bisa jadi memiliki penyebab lain.

Diagnosis Tepat Hanya Bisa dari Dokter

Rekomendasi Untuk Anda

Karena bentuknya bisa mirip, diagnosis tidak bisa dilakukan sendiri.

Pemeriksaan langsung oleh tenaga medis menjadi satu-satunya cara untuk memastikan kondisi tersebut.

Dengan diagnosis yang tepat, penanganan juga bisa dilakukan sesuai penyebabnya. Kesehatan area kelamin anak sering kali luput dari perhatian karena dianggap sensitif atau tabu.

Padahal, deteksi dini sangat penting untuk mencegah kondisi yang lebih serius.

Orang tua diharapkan lebih peka terhadap perubahan sekecil apa pun pada tubuh anak, termasuk di area yang jarang terlihat.

Kutil atau benjolan di area kelamin memang tidak selalu berbahaya. Namun, mengabaikannya justru bisa berisiko.

Langkah paling aman adalah segera memeriksakan ke dokter ketika menemukan kelainan. Dengan begitu, kondisi anak bisa ditangani lebih cepat, tepat, dan tidak berkembang menjadi masalah yang lebih besar di kemudian hari.

(Tribunnews.com/ Aisyah Nursyamsi)


 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas