Mendagri Venezuela Sebut Operasi Penangkapan Maduro Tewaskan 100 Orang
Menteri Dalam Negeri Venezuela, Diosdado Cabello mengatakan bahwa setidaknya 100 orang tewas dalam operasi penangkapan Nicolas Maduro oleh AS
Penulis:
Bobby W
Editor:
Sri Juliati
Ringkasan Berita:
- Pemerintah Venezuela mengklaim sedikitnya 100 orang tewas akibat operasi militer AS untuk menangkap Nicolas Maduro, termasuk personel pengamanan Maduro dan militer asing seperti Kuba
- Maduro dan istrinya mengalami luka, dengan Maduro cedera kaki dan Cilia Flores cedera kepala akibat penggerebekan di Caracas
- Operasi AS melibatkan kekuatan militer besar dan teknologi mutakhir, termasuk jet tempur siluman, pesawat perang elektronik, drone, satelit, serta lebih dari 150 pesawat berbagai jenis
TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Venezuela akhirnya merilis angka resmi korban meninggal dalam operasi penangkapan Presiden Nicolas Maduro oleh militer Amerika Serikat (AS) pada Sabtu lalu (3/1/2026).
Data tersebut dibagikan oleh Menteri Dalam Negeri Venezuela, Diosdado Cabello pada Rabu malam (7/1/2026) waktu setempat.
Cabello mengatakan bahwa setidaknya 100 orang tewas dalam serangan AS di Caracas pada akhir pekan lalu.
Pemerintah Caracas sebelumnya tidak memberikan angka resmi mengenai jumlah korban jiwa.
Namun kemudian, pihak militer Venezuela merilis daftar 23 nama personel mereka yang gugur.
Pejabat Venezuela menyebutkan bahwa sebagian besar tim pengamanan Maduro tewas "secara keji", sementara Kuba melaporkan 32 anggota militer dan intelijen mereka di Venezuela turut menjadi korban.
Cabello juga mengungkapkan bahwa istri Maduro, Cilia Flores, yang ikut ditahan bersamanya, mengalami cedera kepala dalam penggerebekan tersebut.
Sementara itu, Maduro sendiri mengalami cedera pada bagian kaki.
Operasi penjemputan paksa Nicolas Maduro dan istrinya pada hari Sabtu lalu juga secara tidak langsung menjadi ajang pamer armada militer angkatan udara Amerika Serikat.
Bagaimana tidak? operasi ini melibatkan jet tempur siluman untuk menguasai langit, pesawat pengacau pertahanan udara musuh, hingga drone pengintai rahasia dan satelit yang memberikan informasi intelijen secara real-time.
Berdasarkan data Departemen Pertahanan AS serta analisis industri yang ditinjau oleh Reuters, AS mengerahkan seluruh alutsista mutakhir yang mereka miliki mulai dari helikopter, jet tempur, pesawat pengisi bahan bakar, dan pesawat tak berawak.
Langkah ini dianggap sebagai pencapaian besar bagi perusahaan pertahanan AS sekaligus menjadi pesan yang kemungkinan besar akan diperhatikan oleh Tiongkok.
Pentagon mencatat lebih dari 150 pesawat dikerahkan, termasuk:
Baca juga: Pengakuan Eks-Ajudan Trump Kembali Viral: Rusia Bersedia Tumbalkan Venezuela Demi Ukraina
- Jet Tempur: F-35 Lightning II dan F-22 Raptor buatan Lockheed Martin, serta F/A-18E/F Super Hornet buatan Boeing.
- Pesawat Perang Elektronik: EA-18G Growler dari Boeing yang berfungsi mengacaukan radar musuh.
- Pesawat Pengebom & Pengintai: Pengebom B-1 dari Northrop Grumman serta pesawat peringatan dini E-2D Advanced Hawkeye.
Dampak dari operasi ini juga terasa di pasar saham, di mana nilai saham Lockheed Martin melonjak 6,2 persen minggu ini, diikuti Northrop Grumman sebesar 4,4?n Textron sebesar 3,5 persen.
Untuk menguasai wilayah udara Caracas, Presiden Trump menyebutkan bahwa pemadaman listrik yang terjadi di kota tersebut disebabkan oleh "keahlian tertentu" yang dimiliki AS.
Baca tanpa iklan