Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Ancaman Perang Dunia III Menguat, Sekutu Putin Bereaksi atas Deklarasi NATO

Sekutu dekat Putin memperingatkan bahwa deklarasi Prancis dan Inggris untuk mendirikan pusat militer di Ukraina berpotensi memicu Perang Dunia III

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Ancaman Perang Dunia III Menguat, Sekutu Putin Bereaksi atas Deklarasi NATO
Instagram Emmanuel Macron
NATO VS UKRAINA - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan Presiden Prancis Emmanuel Macron bertemu di sela-sela Coalition of The Willing Summit di Paris, 6 Januari 2026. KTT tersebut menghasilkan Deklarasi Paris yang mendapat kecaman dari sekutu Putin. 

Ringkasan Berita:
  • Viktor Medvedchuk, sekutu dekat Putin yang diasingkan ke Rusia, memperingatkan bahwa deklarasi Prancis dan Inggris untuk mendirikan pusat militer di Ukraina berpotensi memicu Perang Dunia III.
  • Deklarasi trilateral yang ditandatangani Macron, Starmer, dan Zelensky bertujuan memperkuat keamanan Ukraina pasca-gencatan senjata
  • Rusia menilai langkah Barat sebagai provokasi yang meningkatkan risiko konfrontasi langsung dengan NATO


TRIBUNNEWS.COM – Viktor Medvedchuk, seorang politikus pro-Kremlin yang diasingkan dari Ukraina ke Rusia sejak 2022, memperingatkan potensi terjadinya “Perang Dunia Ketiga” menyusul gebrakan terbaru dari dua negara anggota NATO, Prancis dan Inggris.

Pada Selasa (6/1/2026), kedua negara tersebut menandatangani deklarasi niat untuk mendirikan pusat-pusat militer di Ukraina jika gencatan senjata berjalan lancar.

“Deklarasi niat untuk mengerahkan kontingen multilateral di Ukraina setelah konflik berakhir dapat dilihat sebagai provokasi politik berskala besar yang bertujuan mencegah konflik ini berakhir dan, pada akhirnya, membawa dunia ke perang dunia ketiga dengan menciptakan seluruh prasyarat yang diperlukan,” tulis Medvedchuk, pemimpin gerakan Other Ukraine, seperti dilaporkan kantor berita pemerintah Rusia, Tass, Rabu (7/1/2026).

Viktor Medvedchuk dikenal sebagai oligarki Ukraina sekaligus tokoh yang memiliki hubungan dekat dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, mengutip Pravda.

Sementara itu, menurut laporan Kyiv Post, Medvedchuk diasingkan ke Rusia setelah menghadapi tuduhan pengkhianatan di Ukraina.

Ia kemudian mendaftarkan sebuah gerakan sosial bernama Other Ukraine di Rusia pada Juni 2023.

Rekomendasi Untuk Anda

Organisasi tersebut juga mengklaim kepemilikan sejumlah merek dagang, termasuk Real Ukraine, Voice of Another Ukraine, dan Other Ukraine.

Kelompok ini mengklaim sebagai organisasi publik non-agama dan bukan partai politik.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov, masih menurut Tass, menyampaikan kritik keras terhadap negara-negara Barat.

“Rekan-rekan kita di sisi lain barikade, terutama di Eropa, yang mengobarkan histeria anti-Rusia, terus-menerus menuntut untuk mencuri uang kami, merampok kami, sebagaimana digambarkan oleh presiden [Vladimir Putin] tentang niat mereka, dan mendukung Ukraina semata-mata agar negara itu terus melawan Rusia. Mereka sendiri tidak percaya bahwa ini adalah strategi yang layak, dan kurangnya kepercayaan pada apa yang mereka lakukan sudah cukup untuk menghancurkan mereka,” kata Lavrov.

Deklarasi Paris

Mengutip Newsweek, pejabat Barat menyatakan tujuan deklarasi tersebut adalah untuk mencegah agresi Rusia di masa depan serta mendukung kedaulatan Ukraina.

Namun, pejabat Rusia dan tokoh-tokoh yang bersekutu dengan Moskow berpendapat bahwa langkah ini justru meningkatkan risiko konfrontasi langsung antara Rusia dan NATO, memperbesar kekhawatiran akan konflik yang lebih luas, bahkan berskala global.

Baca juga: NATO di Ambang Kehancuran Akibat Ulah Trump yang Mau Invasi Greenland

Deklarasi bersama itu ditandatangani oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Dokumen tersebut menguraikan rencana pengerahan pasukan multinasional di Ukraina apabila kesepakatan damai dengan Rusia tercapai.

Utusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang hadir dalam pertemuan itu mengisyaratkan dukungan berkelanjutan, dan menekankan peran utama AS dalam memantau gencatan senjata serta memberikan jaminan keamanan tambahan bagi Ukraina.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas