Ancaman Perang Dunia III Menguat, Sekutu Putin Bereaksi atas Deklarasi NATO
Sekutu dekat Putin memperingatkan bahwa deklarasi Prancis dan Inggris untuk mendirikan pusat militer di Ukraina berpotensi memicu Perang Dunia III
Penulis:
Tiara Shelavie
Editor:
Wahyu Gilang Putranto
Di sisi lain, Presiden Rusia Vladimir Putin beserta sekutunya berulang kali memperingatkan bahwa keterlibatan militer Barat di Ukraina merupakan langkah menuju konflik yang lebih luas.
Rusia menegaskan penolakannya terhadap pengerahan pasukan asing di Ukraina.
“Kami membahas isu-isu ini secara rinci hari ini. Oleh karena itu, saya dapat mengatakan bahwa setelah gencatan senjata, Inggris dan Prancis akan mendirikan pusat-pusat militer di seluruh Ukraina dan membangun fasilitas terlindungi untuk senjata serta peralatan militer guna mendukung kebutuhan pertahanan Ukraina,” kata Starmer.
Zelensky menyambut baik kesepakatan tersebut.
“Penting bahwa hari ini koalisi memiliki dokumen-dokumen substantif. Ini bukan sekadar kata-kata. Ada isi konkret, yakni deklarasi bersama oleh seluruh negara koalisi serta deklarasi trilateral oleh Prancis, Inggris, dan Ukraina,” ujar Zelensky.
Para utusan AS, termasuk Steve Witkoff dan Jared Kushner, turut menghadiri pertemuan tersebut dan secara terbuka menegaskan dukungan Trump terhadap protokol keamanan baru.
Pertemuan yang digelar di Paris itu juga menghasilkan seruan bersama untuk meningkatkan kemampuan pertahanan Ukraina, termasuk pengisian kembali persediaan senjata dan mempertahankan kekuatan militer Ukraina yang berjumlah sekitar 800.000 personel setelah konflik berakhir.
Peran NATO dalam Perang Rusia-Ukraina
Mengutip NPR, NATO awalnya dibentuk setelah Perang Dunia II untuk menghadapi Uni Soviet.
Setelah Uni Soviet runtuh tahun 1991, NATO terus berkembang ke Eropa Timur, termasuk negara-negara bekas blok Soviet.
Rusia melihat ekspansi ini sebagai ancaman langsung terhadap keamanan nasionalnya.
Posisi Ukraina Ukraina bukan anggota NATO.
Tetapi sejak 2008, ada pembicaraan mengenai kemungkinan bergabung dengan NATO.
Rusia menentang keras langkah ini karena akan menempatkan aliansi militer Barat tepat di perbatasannya.
Rusia khawatir sistem pertahanan dan senjata NATO akan ditempatkan di Ukraina, sehingga mempersempit ruang strategis Rusia.
Ketegangan meningkat ketika Rusia melancarkan invasi skala penuh ke Ukraina pada tahun 2022.
Rusia menuntut jaminan bahwa Ukraina tidak akan pernah bergabung dengan NATO.
Sementara itu, Amerika Serikat dan sekutu NATO memberi dukungan kepada Ukraina dan menegaskan bahwa setiap negara berhak menentukan aliansi militernya sendiri.
(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)
Baca tanpa iklan