Sosok Jenderal Javier Marcano yang Dituding Berkhianat, Disebut Aktor Runtuhnya Pengamanan Maduro
Jenderal Javier disebut sebagai "pengkhianat" di balik terjadinya penculikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh pasukan Amerika Serikat.
Penulis:
Malvyandie Haryadi
Ringkasan Berita:
- Jenderal Javier Marcano Tabata disebut sebagai sosok "pengkhianat" di balik penculikan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh pasukan Amerika Serikat.
- Ia sebelumnya menjabat kepala keamanan presiden sekaligus pimpinan DGCIM (unit kontraintelijen militer), dua posisi strategis yang memberi pengaruh besar dalam politik Venezuela.
- Sebagai kepala keamanan, Tabata bertanggung jawab atas keselamatan Maduro dan keluarganya, serta memiliki akses ke informasi sensitif.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Siapakah sosok Jenderal Javier Marcano Tabata? Namanya disebut sebagai "pengkhianat" di balik terjadinya penculikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh pasukan Amerika Serikat.
Javier Marcano Tabata sebelumnya memimpin pasukan pengamanan presiden sekaligus DGCIM, unit kontraintelijen militer, yang berperan penting dalam menekan para pengkritik rezim Nicolas Maduro.
Jabatan ganda yang dipegang Javier Marcano Tabata (sebagai kepala keamanan presiden sekaligus pimpinan DGCIM, unit kontraintelijen militer) sangat berpengaruh dalam politik Venezuela.
Kepala keamanan presiden
- Bertanggung jawab langsung atas keselamatan Nicolás Maduro dan keluarganya.
- Posisi ini memberi akses ke lingkaran paling dekat presiden, termasuk informasi sensitif terkait pergerakan dan aktivitas Maduro.
Pimpinan DGCIM (Dirección General de Contrainteligencia Militar)
- Unit ini berfungsi sebagai kontraintelijen militer, mengawasi potensi ancaman internal maupun eksternal.
- DGCIM dikenal berperan dalam menekan oposisi, membatasi kritik, dan menjaga stabilitas rezim.
Isu dugaan pengkhianatan yang menyeret nama Jenderal Javier Marcano Tábata muncul ke permukaan setelah operasi militer Amerika Serikat yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro.
Sebagai kepala keamanan presiden, posisi ini membuat namanya segera menjadi sorotan ketika sistem pengamanan Maduro runtuh secara cepat.
Media lokal melaporkan tuduhan bahwa Tabata tidak hanya lalai menjalankan tugas, tetapi juga “menjual kedaulatan kepada pihak yang membayar paling tinggi,” dengan spekulasi adanya surat perintah penangkapan.
Nicolás Maduro Guerra, putra Maduro sekaligus anggota Majelis Nasional, menyiratkan dalam pesan suara di media sosial bahwa “sejarah akan mengungkap siapa pengkhianat itu,”.
Stasiun televisi lokal Venevisión, mengutip seorang pejabat setempat yang mengkritik Jenderal Tabata.
"Tabata tidak hanya mengabaikan tugasnya tetapi juga menjual kedaulatan kepada penawar tertinggi, Amerika Serikat."
Laporan menunjukkan bahwa surat perintah penangkapan mungkin akan dikeluarkan untuk mantan kepala kantor keamanan presiden tersebut.
Namun hingga kini, tidak ada pernyataan resmi pemerintah Venezuela yang secara terbuka menyebut Marcano bersalah atas pengkhianatan dalam arti hukum pidana atau militer.
Dicopot
Delcy Rodríguez, presiden interim Venezuela, per kemarin, dilaporkan telah memberhentikan Javier Marcano Tabata.
Baca tanpa iklan