Demo di Iran Meluas, Trump Peringatkan Teheran soal Respons Berdarah
Trump sebut Iran “dalam masalah besar” di tengah protes nasional. AS memantau ketat dan memperingatkan Teheran soal kekerasan.
Penulis:
Andari Wulan Nugrahani
Editor:
Bobby Wiratama
Ringkasan Berita:
- Presiden AS Donald Trump menyebut Iran dalam masalah besar seiring meluasnya protes anti-pemerintah di berbagai kota.
- Gelombang demonstrasi pecah sejak akhir Desember 2025 akibat krisis ekonomi, anjloknya nilai rial, dan lonjakan harga.
- Aksi menyebar ke ratusan kota, memicu bentrokan, korban jiwa, ribuan penangkapan, serta pemadaman internet nasional.
TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump menyatakan Iran berada “dalam masalah besar” seiring meluasnya gelombang protes anti-pemerintah di berbagai kota.
Trump menegaskan Washington memantau situasi tersebut dengan sangat cermat.
Ia memperingatkan Teheran agar tidak menggunakan kekuatan mematikan terhadap demonstran, dilansir Anadolu.
“Iran sedang dalam masalah besar. Tampaknya rakyat Iran mulai menguasai kota-kota yang beberapa minggu lalu tidak terpikirkan,” kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih.
Ia menambahkan pemerintah AS terus mengikuti perkembangan di lapangan secara intensif.
Trump juga mengulang peringatannya kepada otoritas Iran.
“Jika mereka mulai membunuh orang seperti yang mereka lakukan di masa lalu, kami akan ikut campur,” ujarnya.
Meski demikian, ia menegaskan keterlibatan AS tidak akan mencakup pengerahan pasukan darat, melainkan langkah-langkah yang dapat “menghantam mereka dengan sangat keras di titik yang paling menyakitkan”.
Protes Dipicu Krisis Ekonomi
Gelombang demonstrasi di Iran pecah pada 28 Desember 2025 setelah nilai tukar rial anjlok ke titik terendah sepanjang sejarah.
Kondisi ekonomi yang memburuk, lonjakan harga kebutuhan pokok, serta tekanan sanksi internasional memicu kemarahan publik, jelas laporan BBC.
Baca juga: Trump Ultimatum Iran: Jika Demonstran Dibunuh, AS Siap Hantam Teheran dengan Serangan Keras
Aksi protes awalnya berlangsung dalam bentuk penutupan pasar di sekitar Grand Bazaar Teheran.
Dalam hitungan hari, demonstrasi berkembang menjadi aksi jalanan dan menyebar cepat ke puluhan kota, dari Teheran hingga wilayah barat dan selatan Iran.
Memasuki awal Januari, skala demonstrasi meningkat drastis.
Aksi berlangsung serentak di ratusan lokasi, termasuk Teheran, Abadan, Kermanshah, dan sejumlah kota lain.
Baca tanpa iklan