Demo di Iran Meluas, Trump Peringatkan Teheran soal Respons Berdarah
Trump sebut Iran “dalam masalah besar” di tengah protes nasional. AS memantau ketat dan memperingatkan Teheran soal kekerasan.
Penulis:
Andari Wulan Nugrahani
Editor:
Bobby Wiratama
Bentrokan antara aparat keamanan dan demonstran pun tak terhindarkan.
Korban Jiwa dan Penangkapan Massal
Hingga kini, pemerintah Iran belum merilis data resmi korban.
Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (HRANA) melaporkan lebih dari 2.277 orang ditangkap, ratusan luka-luka, dan sedikitnya 42 orang tewas, termasuk personel keamanan.
Sementara itu, Organisasi Hak Asasi Manusia Iran (IHRNGO) yang berbasis di Norwegia mencatat jumlah korban tewas mencapai sedikitnya 51 orang, termasuk anak-anak.
BBC Persian menyebut telah mengonfirmasi identitas puluhan korban melalui wawancara dengan keluarga.
Kelompok HAM menyebut 7 Januari sebagai salah satu hari paling berdarah sejak protes dimulai, dengan laporan penggunaan kekuatan berlebihan oleh aparat keamanan.
Internet Dipadamkan Secara Nasional
Seiring memuncaknya aksi, Iran dilaporkan memberlakukan pemadaman internet nasional sejak Kamis (8/1/2026).
Lembaga pemantau NetBlocks mencatat penurunan drastis lalu lintas data, disertai gangguan layanan telepon seluler dan aplikasi pesan instan di berbagai wilayah.
Mengutip Straits Times, otoritas Iran memandang pemadaman internet sebagai langkah darurat untuk memutus koordinasi massa melalui media sosial.
Pemerintah juga berupaya membatasi penyebaran video bentrokan dan penangkapan yang dinilai dapat memicu solidaritas nasional dan memperluas demonstrasi.
Baca juga: Iran Diisukan Rekrut 850 Milisi Proksi Syiah Irak, Solusi saat Aparat Lokal Enggan Tembaki Warga
Meski akses internet terputus, aksi protes dilaporkan tetap berlanjut.
Rekaman terverifikasi menunjukkan massa masih berkumpul di sejumlah kota, meneriakkan slogan anti-pemerintah dan merobohkan simbol-simbol kekuasaan.
Sikap Keras Teheran dan Tuduhan ke AS
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menepis protes tersebut dan menyebut para demonstran sebagai “pembuat onar” yang berusaha menyenangkan Presiden AS.
Dalam pidato televisi, Khamenei menegaskan Republik Islam tidak akan mundur menghadapi apa yang ia sebut sebagai unsur perusak.
Iran juga mengirim surat ke Dewan Keamanan PBB yang menuduh Amerika Serikat mencampuri urusan dalam negeri dan menghasut ketidakstabilan
Baca tanpa iklan