Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Menlu Iran Tuduh Mossad Dalangi Kekerasan Demo, Singgung Standar Ganda AS

Menlu Iran Abbas Araghchi menuding Mossad berada di balik kekerasan demo di Iran, singgung peran pejabat Washington dalam konflik ini.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Menlu Iran Tuduh Mossad Dalangi Kekerasan Demo, Singgung Standar Ganda AS
tangkapan layar
PROTES DI IRAN - Tangkap layar YouTube Iran International, menampilkan situasi aksi protes yang terjadi di Iran, Januari 2026. Ribuan warga Iran turun ke jalan memprotes anjloknya mata uang dan inflasi tinggi, yang membuat kebutuhan pokok tak lagi terjangkau. Menlu Iran Abbas Araghchi menuding Mossad berada di balik kekerasan demo di Iran, singgung standar ganda AS dan peran pejabat Washington dalam konflik ini. 

Ringkasan Berita:
  • Menlu Iran Abbas Araghchi menuding Mossad berada di balik kekerasan demo, menyebut pola serangan terencana yang menargetkan aparat keamanan.
  • Araghchi menyoroti standar ganda AS, dengan menilai unggahan mantan Menlu AS Mike Pompeo soal agen Mossad di Iran melemahkan klaim Washington yang menyebut tudingan Teheran sebagai delusi.
  • Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Khamenei menguatkan tudingan intervensi asing, disertai sinyal penindakan tegas terhadap demonstrasi.

TRIBUNNEWS.COM - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi kembali melontarkan tudingan keras terhadap Israel dan Amerika Serikat. 

Dalam keterangan resmi, Araghchi mengklaim memiliki bukti kuat keterlibatan badan intelijen Israel, Mossad, dalam rangkaian kekerasan yang terjadi saat unjuk rasa ekonomi di sejumlah wilayah Iran.

Araghchi menyebut, eskalasi aksi protes yang berujung pada kerusuhan dan korban jiwa bukanlah peristiwa spontan, melainkan bagian dari operasi terorganisasi dengan campur tangan asing. 

Menurut penilaiannya, pola serangan yang terjadi selama gelombang unjuk rasa menunjukkan tindakan yang terencana dan terarah, bukan kekerasan spontan massa. 

Ini karena pola kekerasan konsisten dengan apa yang ia sebut sebagai operasi intelijen asing, di mana kekerasan diarahkan untuk memancing respons keras negara, memperburuk citra pemerintah, dan memperluas kemarahan publik.

Bahkan sejumlah polisi Iran tewas dalam kondisi yang mengindikasikan eksekusi, dilakukan secara sengaja terhadap simbol negara dan penegak hukum, bukan sebagai dampak bentrokan biasa di lapangan. 

Rekomendasi Untuk Anda

Untuk menyamarkan aksi, para pelaku diyakini tidak bertindak sebagai demonstran, melainkan sebagai “teroris sungguhan” yang memiliki misi spesifik untuk melumpuhkan aparat keamanan dan memicu eskalasi situasi.

Alasan inilah yang mendorong Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menuding badan intelijen Israel, Mossad, berada di balik kekerasan dalam unjuk rasa di negaranya.

Singgung Standar Ganda Pemerintahan Trump

Mengutip dari Times of Israel, salah satu bukti lain yang ia soroti adalah unggahan media sosial mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo, yang secara terbuka menyinggung keberadaan agen Mossad di dalam Iran.

Baca juga: 5 Populer Internasional: Demo di Iran Memanas - Usaha NATO Lindungi Greenland dari AS

Araghchi menilai, dengan menyebut keberadaan dan operasi Mossad, Pompeo telah melemahkan klaim AS yang selama ini menyebut tudingan Iran sebagai delusi politik. 

Unggahan tersebut dipandang sebagai bukti bahwa tuduhan Teheran bukan sekadar asumsi, melainkan berangkat dari fakta yang diungkap secara terbuka oleh tokoh kunci pemerintahan Amerika sendiri. 

Karena itu, ia menegaskan bahwa yang bersikap tidak rasional justru pihak-pihak yang menyangkal keterlibatan mereka, sementara pernyataan internal mereka saling bertentangan di ruang publik.

Dalam kesempatan itu, Araghchi juga melontarkan kritik tajam terhadap Amerika Serikat, khususnya pemerintahan Presiden Donald Trump. 

Menurutnya Washington menerapkan standar ganda dalam menyikapi kekerasan.

Araghchi menyebut, di satu sisi AS mendukung tindakan keras aparat keamanannya sendiri dengan dalih “pembelaan diri”, namun di sisi lain mendesak negara lain, termasuk Iran, untuk bersikap lunak terhadap perusuh yang melakukan kekerasan.

Presiden Iran Ikut Angkat Bicara

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas