Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
4 - 1
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Jumlah WNI di Jepang Capai 230.000, Penduduk Asing Hampir 4 Juta

Jumlah WNI di Jepang tembus 230.000 per Juni 2025. Lonjakan penduduk asing ini menunjukkan peran signifikan tenaga kerja Indonesia.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Jumlah WNI di Jepang Capai 230.000, Penduduk Asing Hampir 4 Juta
Tribunnews.com/Richard Susilo
WNI DI JEPANG - Koper para pemagang Indonesia yang baru tiba di bandara Haneda Tokyo Jepang baru-baru ini. Jepang telah memasuki era masyarakat multietnis. Ini ditandai jumlah penduduk asing tembus 3,95 juta orang per 30 Juni 2025 atau setara 3,2?ri total populasi.  Dari jumlah penduduk asing itu, 230 ribu di antaranya merupakan WNI (Richard Susilo) 
Memuat video…

Tetapi yang membuat mata terbuka adalah daerah-daerah yang tidak selalu terkenal sebagai “kota internasional”:

Misalnya di Miyazaki, komunitas asing hanya 11.511, namun Indonesia mencapai 2.626 orang (22,8%)—posisi kedua terbesar setelah Vietnam. Di Hokkaido, WNI mencapai 8.711 orang, termasuk kelompok terbesar di sana.

Materi paparan Ippei Torii (Solidarity Network with Migrants Japan/SMJ dan Zentoitsu Workers Union) menegaskan satu kalimat tajam.

“Masyarakat multietnis dan multikultural bukan visi masa depan—ini sudah terjadi di Jepang,” katanya.

Namun, ia memperingatkan bahwa kenaikan angka migran tidak otomatis berarti “hidup lebih aman.” 

Program pemagangan 技能実習—yang banyak diisi WNI—kembali menjadi sorotan karena dinilai menyimpan masalah struktural yang “tidak berubah selama 30 tahun.”

Dalam kritiknya, sistem ini disebut rentan melahirkan praktik eksploitasi yaitu dari upah sangat rendah, pemulangan paksa, kekerasan, pelecehan seksual, hingga kondisi kerja dan hunian yang buruk. 

Rekomendasi Untuk Anda

Torii menilai persoalannya bukan kasus-kasus kecil, melainkan “contoh tipikal” dari struktur yang menempatkan pekerja sebagai objek yang bisa diganti.

Jepang ubah sistem magang, tapi kekhawatiran belum hilang.

Pemerintah Jepang telah bergerak mengubah kebijakan yaitu  sistem 技能実習 direncanakan diganti dengan skema baru (育成就労) Ikusei Shūrō  atau Skema Kerja dan Pelatihan Keterampilan (Employment for Skill Development Program). 

"Tetapi pertanyaan besarnya adalah apakah pergantian nama akan benar-benar mengubah struktur yang selama ini membuat pekerja sulit berpindah kerja dan rentan bergantung pada pihak penerima?"

Baca juga: Mantan Pemagang Indonesia Jadi CEO Perusahaan Bakso di Jepang

Di sisi lain, status tinggal penduduk asing di Jepang juga menunjukkan pola jangka panjang yaitu kelompok terbesar adalah Permanent Resident (永住者) 918.116 orang (24,4%), disusul pemagang, pekerja profesional, pelajar, dan keluarga. Ini menandakan migrasi di Jepang bukan lagi fenomena sementara, melainkan komunitas yang makin mengakar.

Jepang butuh migran, tetapi harus jujur soal perlindungan

Lonjakan penduduk asing hingga 3,95 juta orang membuat satu hal sulit dibantah.

Jepang sangat bergantung pada tenaga dan keberadaan migran untuk menopang ekonomi dan masyarakat menua. 

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas