Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Update Ledakan Maut di Kampus HELP University Malaysia: 1 WNI Masih Dirawat Intensif

Satu di antara korban yang masih menjalani perawatan di rumah sakit adalah seorang Warga Negara Indonesia.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Bobby W
Editor: Suci BangunDS
zoom-in Update Ledakan Maut di Kampus HELP University Malaysia: 1 WNI Masih Dirawat Intensif
Dokumen Departemen Pemadam Kebakaran Kuala Lumpur
LEDAKAN HELP UNIVERSITY - Ledakan yang terjadi di HELP University, Malaysia pada Senin (12/1/2026). Satu di antara korban yang masih menjalani perawatan di rumah sakit adalah seorang Warga Negara Indonesia. 
Ringkasan Berita:
  • Ledakan kompresor AC terjadi di lantai empat gedung HELP University, Kuala Lumpur, Senin (12/1/2026), menewaskan satu orang dan melukai sembilan lainnya.
  • Korban tewas adalah mahasiswa UTAR berusia 24 tahun yang sedang menjalani pelatihan industri dalam pekerjaan pemeliharaan pendingin udara.
  • Seorang WNI yang juga menjadi korban masih dirawat intensif, sementara kegiatan perkuliahan tatap muka dihentikan sementara dan dialihkan ke daring

TRIBUNNEWS.COM - Peristiwa menggemparkan melanda kawasan gedung kampus Universitas HELP yang berlokasi di Bukit Damansara, Kuala Lumpur pada Senin (12/1/2026).

HELP University sendiri adalah salah satu institusi pendidikan tinggi swasta terkemuka di Malaysia yang berfokus pada bidang psikologi, bisnis, dan ilmu sosial, dengan kampus utama yang terletak di wilayah Damansara Heights dan Subang Bestari.

Sekitar pukul 11.00 pagi waktu setempat, sebuah kompresor pendingin udara meledak di lantai empat gedung kampus tersebut

Ledakan tersebut, terjadi di area pemeliharaan pendingin udara yang terletak di dalam kafetaria lantai empat, tempat pekerjaan perawatan sedang dilakukan pada saat itu.

Akibat kejadian ini, satu orang tewas dan sembilan orang lainnya mengalami luka-luka.

Korban jiwa yang tewas adalah seorang mahasiswa teknik mesin berusia 24 tahun dari Universiti Tunku Abdul Rahman (UTAR), yang diidentifikasi sebagai Soo Yu Juan.

Dikutip dari Says, Soo Yu Juan diketahui sedang menjalani pelatihan industri dengan sebuah perusahaan pemeliharaan pendingin udara.

Rekomendasi Untuk Anda

Soo Yu Juan pun tercatat sebagai anggota tim yang ditugaskan untuk melakukan pekerjaan perbaikan pendingin udara di universitas tersebut.

Ia dijadwalkan menyelesaikan pelatihan industrinya pada tanggal 15 Januari.

Dekan Fakultas Teknik Elektro dan Elektronika UTAR, Profesor Chang Yoong Choon, mengatakan kepada Bernama bahwa mahasiswa tersebut pergi ke lokasi sebagai bagian dari tugas rutin yang terkait dengan pekerjaan pemeliharaan pendingin udara.

UTAR telah mengonfirmasi bahwa universitas menyediakan perlindungan asuransi bagi mahasiswa selama pelatihan industri, dan akan mengajukan klaim asuransi setelah dokumen-dokumen yang relevan diperoleh.

Chang mengatakan, ia secara pribadi mewakili universitas akan mengurus kasus hingga terselesaikan.

Baca juga: Menkes Budi Ungkap Relawan Kemenkes Harus Transit Malaysia Imbas Tiket Pesawat ke Aceh Mahal

Ia juga menyatakan, perusahaan tempat korban magang telah menyatakan komitmennya untuk memberikan bantuan, termasuk pengaturan pemakaman.

Ibu dan kakak laki-laki almarhum juga terlihat tiba di bagian forensik Rumah Sakit Kuala Lumpur pada hari Senin sore untuk mengatur prosesi pemakaman korban.

Kepala Kepolisian Kuala Lumpur Datuk Fadil Marsus menyatakan bahwa ledakan tersebut diduga disebabkan oleh kebocoran gas dari kompresor mesin pendingin udara.

Tim Jabatan Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan kemudian mengonfirmasi bahwa ledakan tersebut menyebabkan kerusakan struktural sekitar 30 persen pada lantai empat, meskipun tidak terjadi kebakaran.

Pihak berwenang menyatakan bahwa investigasi masih berlangsung, dan sejauh ini belum ditemukan unsur-unsur aktivitas kriminal.

Seorang WNI Ikut Jadi Korban

LEDAKAN HELP UNIVERSITY - Ledakan yang terjadi di HELP University, Malaysia pada Senin (12/1/2026)
LEDAKAN HELP UNIVERSITY - Ledakan yang terjadi di HELP University, Malaysia pada Senin (12/1/2026) (Dokumen Departemen Pemadam Kebakaran Kuala Lumpur)

Dari sembilan korban yang luka-luka, empat adalah mahasiswa Universitas HELP, satu adalah staf universitas, dua adalah pekerja yang dipekerjakan di kafetaria, dan dua adalah kontraktor.

Beberapa korban mengalami luka bakar dan cedera akibat serpihan yang beterbangan, dengan beberapa dilaporkan dalam kondisi serius.

Semua korban yang luka-luka dibawa ke rumah sakit terdekat untuk perawatan pada hari Senin saat ledakan terjadi.

Pada hari Selasa ini (13/1/2025), enam dari sembilan korban yang dilarikan ke rumah sakit sudah dipulangkan kembali ke kediamannya.

"Enam korban telah dipulangkan dari rumah sakit hari ini," ungkap Kepala Kepolisian Kuala Lumpur Komisaris Datuk Fadil Marsus.

Namun demikian, tiga korban luka-luka lainnya akibat ledakan di Universitas HELP masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit

Dikutip dari The Star, Satu di antara korban yang masih menjalani perawatan di rumah sakit adalah seorang Warga Negara Indonesia.

Menurut keterangan Marsus,  ketiga korban yang masih menjalani perawatan hari ini termasuk seorang supervisor kontraktor berusia 54 tahun, seorang mahasiswa berusia 19 tahun, dan seorang pekerja Indonesia berusia 22 tahun.

Mahasiswa tersebut, tambahnya, masih dalam keadaan tidak sadar dan mengalami patah tulang tengkorak dengan pendarahan otak.

Kesaksian Mahasiswa di TKP

Dikutip dari The Star, peristiwa ini sempat membuat panik sejumlah mahasiswa yang kala itu sedang menjalani aktivitas kegiatan belajar mengajar.

Baca juga: Jumlah Doktor Bidang Komputer di RI Minim, Nvidia Pilih Inves di Malaysia

Hal ini diungkapkan oleh mahasiswa hukum di Universitas HELP yakni Emma.

Mahasiswa berusia 18 tahun tersebut mengaku baru saja kembali ke kampus setelah libur akhir tahun pada hari kejadian.

Emma pun menggambarkan bahwa ledakan yang terjadi kala itu membuat sejumlah bangunan di sekitarnya serasa berguncang.

Dia mengatakan, sedang beristirahat di antara jeda kelas kuliah ketika merasakan gedung tiba-tiba bergetar.

Pada awalnya Emma mengira getaran itu disebabkan oleh aktivitas di gym terdekat.

Baca juga: Perluas Layanan CLoud, Emiten Ini Ekspansi ke Malaysia

Dia kemudian menyadari itu adalah ledakan setelah melihat banyak orang berlarian mengevakuasi diri dari gedung. 

Emma juga mengatakan, seorang teman sekelasnya termasuk di antara mahasiswa yang terluka setelah sebagian langit-langit jatuh.

Menyusul insiden tersebut, kelas tatap muka telah dihentikan sementara, dengan mahasiswa diminta mengikuti kelas daring hingga tanggal 16 Januari.

(Tribunnews.com/Bobby)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas