Utusan Trump Diam-diam Bertemu Putra Mahkota Iran Reza Pahlavi, Bahas Pemerintahan Transisi?
Utusan Presiden AS Donald Trump, Stev Witkoff dilaporkan telah bertemu dengan Putra Mahkota Iran, Reza Pahlavi secara rahasia.
Penulis:
Whiesa Daniswara
Editor:
Nanda Lusiana Saputri
Ringkasan Berita:
- Utusan Presiden AS Donald Trump, Steve Witkoff dilaporkan telah bertemu secara rahasia dengan Putra Mahkota Iran, Reza Pahlavi.
- Dalam sebuah laporan, Axios menyebut pertemuan antara Witkoff dengan Reza Pahlavi terjadi selama akhir pekan lalu.
- Sumber pejabat senior AS yang berbicara dengan Axios menyatakan bahwa pertemuan tersebut untuk membahas demonstrasi yang tengah terjadi di Iran.
TRIBUNNEWS.COM - Utusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Steve Witkoff dilaporkan mengadakan pertemuan rahasia dengan Putra Mahkota Iran, Reza Pahlavi.
Menurut laporan Axios, pertemuan antara Witkoff dengan Reza Pahlavi terjadi selama akhir pekan lalu.
Dalam laporannya, Axios mengutip pernyataan pejabat senior AS yang menyatakan pertemuan tersebut untuk membahas demonstrasi yang tengah terjadi di Iran.
Pertemuan ini menjadi pertemuan tingkat tinggi pertama antara oposisi Iran dengan pemerintahan Trump sejak protes terjadi.
Axios mencatat Pahlavi telah mencoba untuk menampilkan dirinya sebagai pemimpin "transisi" jika rezim tersebut jatuh.
"Pahlavi semakin populer. Mereka meneriakkan namanya dalam demonstrasi di banyak kota dan tampaknya hal itu terjadi secara alami," kata pejabat AS itu kepada Axios.
Ayah Pahlavi, Shah Mohammad Reza Pahlavi, digulingkan selama Revolusi Islam 1979, yang mengubah negara itu dari monarki menjadi Republik Islam.
Selama dua minggu terakhir, Pahlavi telah muncul di jaringan televisi AS menyerukan pemerintahan Trump untuk campur tangan dan mendukung protes tersebut.
Kini, tim keamanan nasional Gedung Putih mengadakan pertemuan pada Selasa (13/1/2026) pagi untuk membahas opsi-opsi dalam menanggapi protes.
Seorang pejabat senior AS mengatakan kepada Axios pembahasan di dalam pemerintahan masih berada pada tahap yang relatif awal.
"Saat ini kami masih belum dalam tahap pengambilan keputusan terkait tindakan militer," kata pejabat itu.
Baca juga: Mata Uang Iran Jatuh Bebas, Apa yang Terjadi jika Rial Kehilangan Nilainya?
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio mengatakan dalam pertemuan tertutup beberapa hari terakhir, pada tahap ini, pemerintah sedang mempertimbangkan respons non-kinetik untuk membantu para demonstran, menurut sumber yang memiliki pengetahuan langsung.
12.000 Orang Dilaporkan Tewas
Dalam sebuah laporan Iran International, sebanyak 12.000 orang tewas dalam demonstrasi yang masih terjadi di Iran.
Menurut sumber-sumber senior pemerintah dan keamanan, jumlah korban tewas tersebut sebagian besar terjadi pada tanggal 8 dan 9 Januari 2026 selama pemadaman internet yang sedang berlangsung.
Pembunuhan itu dilakukan atas perintah langsung Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.