Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Usai Bertemu Presiden Korea, PM Jepang Nyatakan akan Bubarkan Parlemen

Kementerian Dalam Negeri telah mengirimkan pemberitahuan darurat kepada komisi pemilihan di seluruh prefektur agar segera bersiap

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Usai Bertemu Presiden Korea, PM Jepang Nyatakan akan Bubarkan Parlemen
X/Sanae Takaichi
PERTEMUAN BILATERAL - Presiden Korea Lee Jae-myung dan PM Jepang Sanae Takaichi bermain drum bersama sebelum meninggalkan Jepang Rabu ini (14/1/2026). 

Ringkasan Berita:
  • PM Takaichi menyatakan kepada rekan koalisinya Yomimura akan membubarkan parlemen
  • Jika Takaichi membubarkan parlemen pada awal Sidang Parlemen Reguler, 23 Januari, maka jadwal yang beredar adalah 27 Januari sebagai hari pengumuman calon dan 8 Februari sebagai hari pemungutan suara
  • Sejumlah sumber pemerintah menyebut Takaichi telah menyampaikan niat untuk membubarkan parlemen pada awal sidang reguler 23 Januari

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Setelah sukses pertemuan Jepang-Korea di tanah kelahiran PM Jepang Sanae Takaichi di Nara Jepang, PM Takaichi menyatakan kepada rekan koalisinya Yomimura akan membubarkan parlemen dalam waktu  dekat dan akan diumumkan 19 Januari mendatang.

"PM Takaichi akan membubarkan Majelis Rendah parlemen Jepang dalam waktu dekat akan diumumkan 19 Januari nanti dan  dengan jarak kurang dari satu bulan antara pembubaran dan hari pemungutan suara akan dilakukan Februari mendatang," papar Nippon Ishin no Kai Kepalanya bernama  Hirofumi Yoshimura kepada pers sore ini (14/1/2026).

Di Nagatacho, spekulasi mengenai pembubaran Januari”kian menguat.

Jika Takaichi membubarkan parlemen pada awal Sidang Parlemen Reguler, 23 Januari, maka jadwal yang beredar adalah 27 Januari sebagai hari pengumuman calon dan 8 Februari sebagai hari pemungutan suara. 

Baca juga: Jepang Pensiunkan Apartemen Tua Mulai 2026 Ini, Aturan Pengelolaan Dirombak Total

Artinya, masa kampanye hanya 16 hari—yang akan menjadi yang terpendek sejak Perang Dunia II.

Rekomendasi Untuk Anda

Bagi komisi pemilihan di daerah, situasi ini memicu kerja lembur.

Kementerian Dalam Negeri telah mengirimkan pemberitahuan darurat kepada komisi pemilihan di seluruh prefektur agar segera bersiap.

“Ini jadwal yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kami terkejut. Staf bahkan bekerja tanpa libur tiga hari berturut-turut," ujar seorang pejabat Komisi Pemilihan Prefektur Fukushima.

Musim dingin menjadi tantangan tersendiri.

Di wilayah seperti Aizu, Fukushima, salju tebal dikhawatirkan menurunkan partisipasi pemilih dan jadwal beririsan dengan musim ujian sekolah.

 “Pemilu parlemen adalah sarana penting agar suara warga tercermin di tingkat nasional. Kami akan memastikan pemilu tetap berjalan adil dan tertib, meski waktunya sangat singkat,” tegas pejabat tersebut.

Sementara itu, Perdana Menteri Takaichi masih menjaga sikap diam di depan publik. 

Namun, di belakang layar, ia menggelar pertemuan dengan pimpinan partai-partai koalisi. 

Dalam pertemuan itu, hadir Sekjen LDP Suzuki, serta Ketua Partai Inovasi Jepang (Ishin no Kai) Yoshimura bersama Wakil Ketua Fujita. 

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas