Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Meloni vs Takaichi: Dua Kepala Negara, Dua Arah Kebijakan Fiskal

Giorgia Meloni dan Sanae Takaichi sama-sama PM perempuan pertama, tetapi berbeda tajam soal fiskal. Disiplin anggaran versus ekspansi

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Meloni vs Takaichi: Dua Kepala Negara, Dua Arah Kebijakan Fiskal
X Takaichi
BERTEMU GIORGIA MELONI - PM Jepang Sanae Takaichi memeluk PM Italia Giorgia Meloni saat pertemuan KTT G20 belum lama ini 

Ringkasan Berita:
  • Kunjungan Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni ke Jepang memicu perbandingan dengan PM Jepang Sanae Takaichi
  • Keduanya sama-sama pemimpin perempuan pertama di negaranya, namun menempuh arah kebijakan fiskal yang berlawanan
  • Meloni menekankan disiplin anggaran, sementara Takaichi mendorong ekspansi fiskal untuk pertumbuhan

l.Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO –  Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni tiba di Jepang pada Kamis sore (15/1/2026) untuk kunjungan hingga 17 Januari

. Kehadirannya kerap dibandingkan dengan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi, seiring keduanya dijadwalkan menggelar pertemuan resmi pada Jumat (16/1/2026).

“Keduanya sama-sama perdana menteri perempuan pertama di negaranya dan memiliki sejumlah kesamaan, termasuk sikap tegas terhadap kebijakan imigrasi. Namun dalam kebijakan fiskal, mereka berada di kutub yang berlawanan,” ujar seorang pejabat senior Jepang kepada Tribunnews.com.

Giorgia Meloni dikenal menekankan disiplin fiskal yang ketat. Berangkat dari pengalaman pahit krisis utang Eropa satu dekade lalu, ia meyakini bahwa menjaga kepercayaan pasar keuangan menjadi kunci stabilitas pemerintahan.

Pendekatan ini membuahkan hasil ketika Moody’s menaikkan peringkat kredit Italia dari Baa3 menjadi Baa2 pada November lalu, kenaikan pertama dalam 23 tahun.

Baca juga: Pemerintah Jepang Desak X Perbaiki Fitur AI yang Disalahgunakan untuk Manipulasi

Rekomendasi Untuk Anda

Saat Meloni mulai menjabat pada Oktober 2022, pasar sempat khawatir Italia akan mengadopsi kebijakan populis dengan belanja besar.

Namun yang terjadi justru sebaliknya.

Pemerintahannya melonggarkan beban jaminan sosial kelas menengah, memperkuat pajak sektor keuangan, serta memangkas belanja kementerian dan pemerintah daerah.

Dampaknya, defisit anggaran Italia yang mencapai sekitar 8 persen dari PDB pada 2022 diperkirakan turun mendekati batas Uni Eropa, yakni sekitar 3 persen pada 2025.

Pasar merespons positif, tercermin dari menyempitnya selisih imbal hasil obligasi Italia terhadap obligasi Jerman ke level terendah dalam 16 tahun.

Sejumlah lembaga pemeringkat internasional lain juga menaikkan peringkat Italia sepanjang 2025.

Bagi Meloni, disiplin fiskal merupakan pelajaran dari krisis masa lalu yang sempat mengguncang Italia, Spanyol, dan Yunani, serta memicu lengsernya Perdana Menteri Silvio Berlusconi pada 2011.

Seorang politikus senior Italia mengatakan kepada Financial Times, Meloni memahami bahwa krisis keuangan dapat menghapus seluruh capaian politik.

Sebaliknya, kebijakan fiskal Jepang di bawah kepemimpinan Sanae Takaichi bergerak ke arah ekspansi. Pemerintah meningkatkan belanja secara signifikan, dengan anggaran tambahan 2025 sekitar 18 triliun yen dan rancangan anggaran 2026 mencapai 122 triliun yen.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas