Meloni vs Takaichi: Dua Kepala Negara, Dua Arah Kebijakan Fiskal
Giorgia Meloni dan Sanae Takaichi sama-sama PM perempuan pertama, tetapi berbeda tajam soal fiskal. Disiplin anggaran versus ekspansi
Editor:
Eko Sutriyanto
Takaichi menyebut pendekatan ini sebagai “ekspansi fiskal yang bertanggung jawab”.
Namun, pasar merespons dengan kehati-hatian.
Baca juga: 68 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia–Jepang, Wisma Duta yang Menjadi Simbol Persahabatan
Penjualan obligasi meningkat, suku bunga jangka panjang sempat menyentuh level tertinggi dalam 27 tahun, dan tekanan pelemahan yen semakin terasa.
Meski dinilai sukses menjaga stabilitas fiskal, ekonomi Italia di bawah Meloni juga menghadapi tantangan.
Reformasi struktural besar cenderung tertunda demi menghindari konflik politik, sementara daya saing industri utama seperti otomotif melemah.
Proyeksi Komisi Eropa menunjukkan pertumbuhan ekonomi Italia hingga 2027 diperkirakan berada di bawah 1 persen, kondisi yang juga dialami Jepang.
Dua pemimpin perempuan dengan pendekatan ekonomi berbeda kini menjadi sorotan global.
Takaichi mengandalkan stimulus fiskal untuk mendorong pertumbuhan, sementara Meloni memilih disiplin anggaran demi menjaga kepercayaan pasar.
Keduanya sama-sama menikmati tingkat dukungan publik yang tinggi di dalam negeri.
Dalam kunjungan ini, Takaichi dan Meloni dijadwalkan mengumumkan peningkatan hubungan Jepang–Italia menjadi “Kemitraan Strategis Khusus”.
Pernyataan bersama akan mencakup penguatan kerja sama keamanan, pengembangan pesawat tempur generasi berikutnya, kerja sama teknologi antariksa, serta penguatan sektor energi.
Perusahaan energi Italia, ENI, juga akan menyepakati pasokan LNG prioritas ke Jepang dalam kondisi darurat.
Kesepakatan ini menandai babak baru hubungan politik, ekonomi, dan keamanan Jepang–Italia di tengah dinamika global yang semakin kompleks.
Diskusi mengenai pemimpiin wanita di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com