Delegasi Ukraina Lanjutkan Perundingan dengan AS, Bahas Jaminan Keamanan
Duta besar Ukraina mengatakan delegasi negaranya akan melanjutkan perundingan dengan AS yang membahas tentang jaminan keamanan.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Nanda Lusiana Saputri
Hingga kini, perang belum menunjukkan tanda-tanda berakhir. Upaya diplomasi terus digulirkan oleh berbagai pihak, sementara dinamika di medan pertempuran tetap berkembang dan memengaruhi situasi geopolitik global.
-
Ukraina Longgarkan Aturan Jam Malam
Pemerintah Ukraina menyetujui perubahan aturan yang memungkinkan jam malam fleksibel secara lokal selama keadaan darurat energi, dengan Kyiv diperkirakan menjadi wilayah pertama yang menerapkannya.
Kebijakan ini diumumkan Wakil PM Oleksiy Kuleba dan tetap berada di bawah pengawasan otoritas lokal serta komando militer.
Dalam kondisi darurat, “titik-titik kekebalan”—seperti toko, apotek, SPBU, dan pusat layanan—dapat beroperasi 24 jam asalkan memiliki pasokan listrik mandiri, pemanas, dan komunikasi.
Akses publik dibuka tanpa izin khusus, transportasi pribadi diperbolehkan, sementara transportasi umum diatur terpisah.
Pemerintah menegaskan jam malam nasional tidak dicabut, hanya pengecualian lokal sementara jika terjadi pemadaman berkepanjangan, menyusul rencana status darurat energi akibat serangan Rusia.
-
Laporan Ledakan di Kyiv, Kharkiv, dan Zaporizhzhia, Dua Orang Tewas
Sejumlah ledakan terjadi di beberapa wilayah Ukraina pada dini hari.
Di Zaporizhzhia, otoritas setempat melaporkan adanya ledakan, sementara di Kyiv terdengar ledakan berulang.
Di Kharkiv, ledakan di sebuah apartemen lantai lima gedung 16 lantai di distrik Saltivskyi menewaskan dua orang dan menyebabkan kerusakan serius pada struktur bangunan.
Operasi pencarian dan evakuasi korban masih berlangsung, dan penyebab ledakan sedang diselidiki oleh otoritas terkait.
-
Republik Ceko Beri Sistem Pertahanan Udara dan Peringatan Dini untuk Ukraina
Republik Ceko menegaskan dukungannya kepada Ukraina dengan menyediakan sistem deteksi target dan teknologi pertahanan udara terbaru, selain bantuan untuk pemulihan sistem kelistrikan.
Presiden Ceko Petr Pavel menyatakan bantuan ini bertujuan memperkuat pertahanan Ukraina secara cepat, terutama melalui sistem peringatan dini pasif yang mampu mendeteksi dan menghancurkan target tanpa memancarkan sinyal.
"Kita dapat dan memang menyediakan sarana untuk peringatan dini. Ini adalah sistem pasif atau sarana terbaru yang dapat melengkapi sistem dari perspektif pertahanan," kata Presiden Ceko, Petr Pavel, Jumat (16/1/2026).
Selain itu, Praha terus memasok generator dan unit kogenerasi untuk mengurangi dampak serangan Rusia terhadap warga sipil, khususnya di tengah suhu ekstrem.
Meski belum dapat mengirim pesawat jarak menengah anti-drone, Ceko berkomitmen mencari solusi lain dan saat ini memasok sekitar 50 persen kebutuhan amunisi Ukraina melalui inisiatif proyektilnya sendiri, lapor Suspilne.
-
Prancis Gantikan AS Jadi Penyedia Intelijen Utama bagi Ukraina