Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Presiden Iran: Serangan Apa Pun terhadap Pemimpin Tertinggi Khamenei Akan Menjadi Deklarasi Perang

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa serangan terhadap Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei akan dianggap sebagai deklarasi perang.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Suci BangunDS
zoom-in Presiden Iran: Serangan Apa Pun terhadap Pemimpin Tertinggi Khamenei Akan Menjadi Deklarasi Perang
Instagram @drmasoudpezeshkian
PEMIMPIN IRAN - Potret Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei bersama Presiden Iran Masoud Pezeshkian dalam sebuah unggahan di Instagram @drmasoudpezeshkian pada 22 September 2024. Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa serangan terhadap Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei akan dianggap sebagai deklarasi perang. 

Ringkasan Berita:
  • Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa serangan terhadap Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei akan dianggap sebagai deklarasi perang. 
  • Gelombang protes besar akibat krisis ekonomi berujung pada penindakan brutal, dengan ribuan korban tewas dan ratusan ribu luka-luka, sementara akses internet dibatasi untuk menutup informasi. 
  • Meski pemerintah menyalahkan campur tangan asing, laporan medis dan aktivis menunjukkan skala kekerasan yang sangat besar dan sulit diverifikasi


TRIBUNNEWS.COM – Presiden Iran memperingatkan bahwa serangan apa pun terhadap pemimpin tertinggi negara itu akan dianggap sebagai deklarasi perang.

Mengutip France24, akses internet sempat kembali pulih di Iran sebelum kembali terputus, kata sebuah lembaga pemantau pada Minggu (18/1/2026).

Warga Iran mengalami pemadaman internet selama setidaknya 10 hari.

Kelompok hak asasi manusia berpendapat pemadaman itu bertujuan menutupi penindakan terhadap protes yang menewaskan ribuan orang.

Demonstrasi yang dimulai pada akhir Desember 2025, dipicu oleh kemarahan warga atas jatuhnya nilai mata uang dan kesulitan ekonomi.

Aksi protes berkembang menjadi protes besar yang secara luas dianggap sebagai tantangan terbesar bagi kepemimpinan Iran dalam beberapa tahun terakhir.

Rekomendasi Untuk Anda

Unjuk rasa tersebut mereda pada 8 Januari 2026 setelah dilakukan penindakan tegas oleh pasukan keamanan.

Para pejabat Iran menyatakan demonstrasi awalnya berlangsung damai sebelum berubah menjadi “kerusuhan”, dan menyalahkan campur tangan asing, termasuk Amerika Serikat dan Israel.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya berulang kali mengancam akan mengambil tindakan militer terhadap pemerintah Iran jika para demonstran terus dibunuh.

Meski AS tampaknya telah mengurungkan niat untuk melakukan intervensi langsung, Trump menyerang pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam sebuah wawancara dengan Politico pada Sabtu (17/1/2026).

Trump mengatakan sudah saatnya Iran mencari kepemimpinan baru.

AMERIKA VS IRAN - Kolase foto Presiden AS Donald Trump saat memberikan pidato dari Gedung Putih pada 18 Desember 2025 (kiri) dan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, bertemu dengan sejumlah pimpinan dan fakultas Universitas Shahid Motahari di Teheran pada 3 Juli 2024 (kanan). Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif impor 25 persen bagi negara yang tetap berbisnis dengan Iran.(The White House/X @khamenei_ir)
AMERIKA VS IRAN - Kolase foto Presiden AS Donald Trump saat memberikan pidato dari Gedung Putih pada 18 Desember 2025 (kiri) dan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, bertemu dengan sejumlah pimpinan dan fakultas Universitas Shahid Motahari di Teheran pada 3 Juli 2024 (kanan). (The White House/X @khamenei_ir) (Kolase Tribunnews)

Baca juga: 5 Populer Internasional: Demonstran Iran Merasa Dikhianati Trump - Rencana Pembentukan PBB Tandingan

“Pria itu adalah orang sakit yang seharusnya memimpin negaranya dengan benar dan berhenti membunuh orang,” kata Trump.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian kemudian merespons melalui media sosial X.

“Serangan terhadap pemimpin besar negara kita sama saja dengan perang skala penuh dengan bangsa Iran,” tulis Pezeshkian, Minggu (18/1/2026).

Sementara para pemimpin di Washington dan Teheran saling melontarkan pernyataan keras, para pejabat Iran mengatakan ketenangan telah kembali ke jalan-jalan.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas