5 Populer Internasional: Kontroversi Nobel Perdamaian Trump - Demo Besar-besaran di AS Terkait Iran
Kompilasi berita populer internasional hari ini, di antaranya demo besar-besaran di Amerika terkait kondisi di Iran.
Penulis:
Tiara Shelavie
Editor:
Wahyu Gilang Putranto
Ringkasan Berita:
- Artikel ini menyoroti kontroversi internasional terkait pemberian medali Nobel Perdamaian kepada Donald Trump serta gelombang demonstrasi besar di AS mengecam tindakan Iran terhadap pengunjuk rasa.
- Trump juga memicu perdebatan dengan usulan iuran besar untuk Dewan Perdamaian Gaza dan seruan agar kepemimpinan Ayatollah Khamenei diakhiri.
- Yayasan Nobel menegaskan penghargaan tidak dapat dialihkan, sementara Gedung Putih tetap menuntut pengakuan atas pencapaian Trump.
TRIBUNNEWS.COM - Ketegangan politik internasional kembali mencuri perhatian dunia.
Pemberian medali Nobel Perdamaian dari penerima aslinya kepada Donald Trump memicu kontroversi luas, sementara di Amerika Serikat gelombang demonstrasi besar-besaran terkait kebijakan Iran menambah sorotan.
Berikut Tribunnews merangkum lima isu populer internasional dalam 24 jam terakhir.
1. Trump Jual Kursi Dewan Perdamaian Gaza, Dibanderol 1 Miliar Dolar AS
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengusulkan skema iuran bernilai sangat besar bagi negara-negara yang ingin tetap menjadi anggota tetap dalam Dewan Perdamaian Gaza.
Informasi ini pertama kali dilaporkan oleh Bloomberg, yang mengutip draf piagam internal Dewan Perdamaian Gaza.
Dalam usulan tersebut, setiap negara diminta membayar hingga 1 miliar dolar AS atau setara sekitar Rp16,9 triliun sebagai syarat keanggotaan jangka panjang.
Bertujuan untuk memastikan bahwa hanya negara-negara yang memiliki komitmen finansial besar yang terlibat langsung dalam pengambilan keputusan terkait masa depan Gaza.
Trump menilai bahwa rekonstruksi Jalur Gaza membutuhkan dana sangat besar dan berkelanjutan, tidak hanya untuk membangun kembali infrastruktur yang hancur akibat konflik, tetapi juga untuk membiayai sistem keamanan, pemerintahan transisi, serta program stabilisasi jangka panjang.
Dengan mewajibkan kontribusi hingga 1 miliar dolar, pemerintah AS berupaya menjamin ketersediaan dana sejak awal tanpa sepenuhnya bergantung pada mekanisme bantuan internasional yang selama ini dinilai lamban dan sarat kepentingan politik.
Trump Tawarkan Imbalan Menarik
Sebagai imbalannya, negara-negara yang membayar iuran tersebut ditawari posisi strategis dalam struktur Dewan Perdamaian Gaza.
Keanggotaan jangka panjang memberi hak bagi negara tersebut untuk terlibat langsung dalam perumusan kebijakan utama, mulai dari arah rekonstruksi ekonomi, desain tata kelola pemerintahan Gaza, hingga keputusan keamanan terkait perlucutan senjata Hamas.
Dengan kata lain, kontribusi finansial besar ditukar dengan pengaruh politik yang signifikan.
Selain akses terhadap pengambilan keputusan, Trump juga menawarkan stabilitas keanggotaan.
Negara yang membayar lebih dari 1 miliar dolar tidak terikat pada batasan masa jabatan tiga tahun sebagaimana anggota biasa.
Baca tanpa iklan