JSFM Gelar Aksi Peringatan Kelahiran Ghulam Mustafa Syed di Sindh
JSFMmenggelar unjuk rasa di wilayah Sindh, Pakistan, bertepatan dengan peringatan 122 tahun kelahiran G M Syed.
Editor:
Wahyu Aji
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Gerakan Kemerdekaan Jeay Sindh (JSFM) menggelar unjuk rasa di wilayah Sindh, Pakistan, bertepatan dengan peringatan 122 tahun kelahiran G M Syed, tokoh nasionalis Sindhi.
G. M. Syed (Ghulam Mustafa Syed, 1904–1995) adalah tokoh nasionalis Sindhi dan pemikir politik asal Provinsi Sindh, Pakistan.
Ia dikenal sebagai penggagas ide “Sindhudesh”, yaitu gagasan tentang penentuan nasib sendiri atau kemerdekaan bagi wilayah Sindh.
Dalam pandangan para pendukungnya, G. M. Syed dianggap sebagai Bapak Bangsa Sindhi karena perannya dalam membangun kesadaran identitas, budaya, dan hak politik masyarakat Sindh.
Secara historis, G. M. Syed pernah terlibat dalam politik arus utama, namun kemudian berseberangan dengan pemerintah pusat Pakistan.
Hingga kini, pemikirannya tetap menjadi rujukan utama bagi kelompok nasionalis Sindhi, meski juga menuai kontroversi di tingkat nasional Pakistan.
Dikutip dari Tag TV, Selasa (20/1/2026), JSFM menyatakan unjuk rasa digelar dengan slogan “Sindh Menginginkan Kebebasan” dan “Bebaskan Semua Aktivis Politik yang Dihilangkan Secara Paksa dari Sindh dan Balochistan.”
Aksi dipimpin Ketua Distrik JSFM Saeed Tiyono, didampingi aktivis senior Hosho Sindhi dan Hafeez Deshi.
Ribuan simpatisan dan pekerja partai dilaporkan berpartisipasi, berbaris melalui sejumlah rute sebelum berkumpul di makam G M Syed di Sann.
Di kompleks makam, peserta memberikan penghormatan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Sindhudesh serta menggelar prosesi peringatan hari kelahiran tokoh nasionalis tersebut.
Dalam orasi, para pembicara menegaskan kembali komitmen untuk melanjutkan perjuangan damai yang mereka sebut sebagai upaya mencapai kemerdekaan Sindh dan pemulihan Sindhudesh.
Mereka juga menyampaikan penghormatan kepada tokoh-tokoh yang disebut sebagai martir nasionalis Sindhi.
Dalam pernyataan bersama, Ketua Pusat JSFM Sohail Abro dan sejumlah pemimpin senior menuduh adanya penggerebekan rumah aktivis, pemblokiran jalan untuk menghambat konvoi, serta penangkapan menjelang dan selama peringatan berlangsung.
Menurut JSFM, langkah-langkah itu dimaksudkan untuk mencegah para aktivis mengunjungi makam pemimpin mereka dan mencerminkan kekhawatiran negara terhadap pengaruh ideologi G M Syed.
Organisasi tersebut mengklaim gagasan penentuan nasib sendiri yang diwariskan Syed telah mendapat dukungan luas di Sindh.