Gagal Raih Nobel, Trump Buka-bukaan soal Ambisi Caplok Greenland
Gagal raih Nobel Perdamaian, Trump buka-bukaan soal ambisi kuasai Greenland. Ancaman tarif hingga opsi militer memicu ketegangan AS–Eropa.
Penulis:
Namira Yunia Lestanti
Editor:
Febri Prasetyo
Ringkasan Berita:
- Trump menegaskan ia tak lagi merasa berkewajiban hanya memprioritaskan perdamaian dan akan fokus pada kepentingan strategis AS usai gagal meraih Nobel Perdamaian 2025.
- Greenland dipandang Trump sebagai wilayah vital geopolitik, bahkan ia menyebut dunia tidak akan aman tanpa kendali AS atas wilayah tersebut.
- Pernyataan Trump memicu ketegangan serius dengan Eropa, sementara Norwegia menegaskan Nobel bukan kewenangan pemerintah dan menegaskan dukungan penuh terhadap Denmark atas Greenland.
TRIBUNNEWS.COM – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara terbuka mengungkap ambisinya untuk menguasai Greenland, wilayah otonom milik Kerajaan Denmark.
Pernyataan tersebut muncul tak lama setelah Trump gagal meraih Hadiah Nobel Perdamaian 2025, sebuah penghargaan yang menurutnya layak ia terima atas klaim keberhasilannya menghentikan sejumlah konflik internasional.
Setelah kegagalan tersebut, Trump dalam beberapa pernyataan menegaskan bahwa dirinya tidak lagi merasa berkewajiban untuk semata-mata “memikirkan perdamaian”.
Ia menyampaikan pandangan itu dalam sejumlah pesan pribadi kepada para pemimpin Eropa, yang kemudian bocor ke publik.
Dalam pesan tersebut, Trump menyatakan akan lebih memprioritaskan apa yang ia anggap sebagai kepentingan strategis AS
Trump secara terbuka mengaku kecewa karena tidak dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian meski ia mengklaim telah berperan dalam menghentikan delapan konflik global.
Kekecewaan itu kemudian dikaitkannya dengan pandangan bahwa AS perlu memiliki kendali penuh atas Greenland demi menjamin keamanan dunia.
Dalam konteks tersebut, Greenland diposisikan Trump sebagai wilayah dengan nilai geopolitik tinggi.
Selain terletak strategis di kawasan Arktik, Greenland juga berada dekat jalur pertahanan dan sistem radar Amerika Utara, serta menyimpan cadangan mineral penting yang semakin bernilai di tengah persaingan global dan dampak perubahan iklim.
Atas dasar itu, Trump menegaskan bahwa kepentingan strategis Amerika Serikat harus ditempatkan di atas norma diplomasi dan persepsi internasional.
Baca juga: Pakar Hukum Internasional: Ambisi Donald Trump Bisa Picu Perang Dunia III, PBB Tak Berdaya
“Mengingat negara Anda memutuskan untuk tidak memberi saya Hadiah Nobel Perdamaian karena telah menghentikan delapan perang, saya tidak lagi merasa berkewajiban untuk hanya memikirkan perdamaian,” tulis Trump dalam pesannya, sebagaimana dikutip dari NPR.
“Dunia tidak akan aman kecuali kita memiliki kendali penuh dan total atas Greenland,” lanjutnya.
Ketika ditanya apakah AS akan menggunakan kekuatan militer untuk merebut Greenland, Trump hanya menjawab singkat, “Tidak ada komentar.”
Ketegangan semakin meningkat setelah Trump mengumumkan rencana penerapan tarif impor terhadap delapan negara Eropa yakni Denmark, Finlandia, Prancis, Jerman, Belanda, Norwegia, Swedia, dan Inggris lantaran mengecam ambisi Amerika Serikat terhadap Greenland.
Trump menyatakan tarif sebesar 10 persen akan diberlakukan mulai 1 Februari, meningkat menjadi 25 persen pada 1 Juni, dan akan tetap berlaku hingga tercapai kesepakatan “pembelian Greenland secara penuh dan total” oleh AS.
Baca tanpa iklan