Kanada yang Rapuh dan Nafsu Amerika Mencaplok Greenland: China Sudah Mengintip di Swedia
Verner menyebut, fasilitas penelitian Tiongkok di Svalbard, Swedia utara, dan Islandia telah mengubah persepsi ancaman AS.
Penulis:
Hasiolan Eko P Gultom
Verner menyebut, fasilitas penelitian Tiongkok di Svalbard, Swedia utara, dan Islandia telah mengubah persepsi ancaman AS.
Kehadiran China di kawasan tersebut meningkatkan kekhawatiran AS tentang kehadiran saingan yang semakin meluas dan akses penggunaan ganda di wilayah yang dulunya dianggap aman.
Dalam konteks itu, Greenland berubah status dari wilayah geografis terpencil menjadi wilayah strategis yang sangat penting.
Pun, AS sudah memiliki berbagai fasilitas penangkal ancaman seperti Pangkalan Luar Angkasa Pituffik yang telah menjadi landasan peringatan rudal, kontrol domain ruang angkasa, dan komando serta kendali dengan cara yang segera mengurangi risiko,
"Namun, kehadiran Amerika di pangkalan dan di seluruh pulau masih belum cukup untuk mengatasi spektrum penuh ancaman yang muncul di Kutub Utara," kata Verner.
Kanada dan AS, Antara Benci dan Cinta
Langkah Amerika Serikat di Greenland akan menjadi kurang menguntungkan bagi Kanada.
Bukan apa-apa, AS akan lebih agresif dalam teritorial negara tersebut, meskipun mereka bersekutu.
"Hal ini mencerminkan keyakinan AS yang kian kuat kalau jalur akses di kawasan utara masih kurang diawasi, dipertahankan, dan diperkuat, dan waktu tidak lagi berpihak pada Amerika Utara. Inilah mengapa pilihan pertahanan (di bagian teritorial) Kanada jauh lebih penting daripada yang mungkin disadari Ottawa," katanya.
Varner kemudian merujuk pada pembelian jet tempur siluman F-35 oleh Kanada, satu di antara sedikit negara yang diizinkan AS untuk memiliki persawat tempur canggih tersebut.
"Pembelian F-35 bukan sekadar penggantian pesawat tempur. Di mata AS, ini adalah ujian apakah Kanada bermaksud untuk tetap relevan secara operasional dalam lingkungan pertahanan udara dan rudal yang paling menantang di planet ini," ulas Vanner
Nilai pesawat ini, papar dia, terletak pada penginderaan, jaringan, dan pengoperasian di dalam wilayah udara yang diperebutkan, persis seperti yang dibutuhkan pertahanan kontinental saat ini.
"Jika diintegrasikan dengan benar ke dalam operasi NORAD dan Arktik, F-35 akan menutup celah. Namun, jika diperlakukan sebagai platform prestise tanpa infrastruktur pendukung dan kesiapan, pesawat ini tidak akan efektif," kata Vanner menunjuk sikap AS yang 'sebal' terhadap Kanada.
Hal yang sama berlaku untuk rencana Kanada untuk mengakuisisi kapal selam baru.
Menurutnya, peperangan bawah laut bukan lagi masalah kecil.
Aktivitas kapal selam Rusia dan kemungkinan juga Tiongkok, merupakan inti dari bagaimana musuh mengancam AS di bawah ambang batas perang.