AS vs Iran Memanas, Trump Ancam Gempur Teheran Jika Keselamatannya Terancam
AS–Iran di ambang eskalasi. Trump ancam gempur Teheran jika keselamatannya terancam, Iran balas keras. Risiko perang regional kian nyata.
Penulis:
Namira Yunia Lestanti
Editor:
Garudea Prabawati
Ringkasan Berita:
- Presiden AS Donald Trump mengancam akan menggempur Iran secara total jika dirinya menerima ancaman pembunuhan, menandai eskalasi serius konflik AS–Iran.
- Dukungan Washington terhadap demonstran Iran dituding Teheran sebagai intervensi asing, sementara AS menyebutnya pembelaan hak asasi manusia.
- Retorika keras kedua pihak dan pergerakan militer AS meningkatkan risiko konflik terbuka yang dapat menyeret sekutu regional dan mengguncang stabilitas global.
TRIBUNNEWS.COM - Presiden AS Donald Trump kembali melontarkan gertakan, ancam akan menggempur wilayah Iran jika dirinya mendapat ancaman pembunuhan dari Teheran.
Pernyataan tersebut menandai eskalasi serius dalam perang kata-kata kedua negara, di tengah pergerakan kekuatan militer AS di kawasan strategis.
Dalam wawancara dengan News Nation,Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan mentoleransi ancaman terhadap dirinya.
Trump bahkan telah memberikan instruksi yang sangat tegas kepada militer AS untuk menanggapi semua ancaman serius bagi pihak yang terlibat.
Ia menyebut respons Washington akan bersifat total dan menghancurkan, jika Iran berani melancarkan atau menjalankan ancaman pembunuhan.
“Apapun yang terjadi, seluruh negara itu akan lenyap dari muka bumi,” kata Trump, sebagaimana dikutip dari Al Jazeera.
“Tentu saja saya akan menyerang mereka dengan sangat keras. Saya punya instruksi yang tegas,” imbuhnya.
Demo Iran Jadi Pemicu Perpecahan
Ancaman Trump ini muncul di tengah dinamika politik dan sosial yang genting di Iran, termasuk gelombang protes yang mengguncang negeri tersebut selama beberapa minggu terakhir akibat krisis ekonomi dan depresiasi rial Iran.
Pasca ketegangan meningkat, Washington memberi dukungan moral kepada demonstran dan memperingatkan kemungkinan intervensi jika pemerintah Iran terus melakukan tindakan kekerasan.
Baca juga: 5 Populer Internasional: Kontroversi Nobel Perdamaian Trump - Demo Besar-besaran di AS Terkait Iran
Dukungan ini dipandang sebagai bagian dari komitmen Washington terhadap kebebasan berekspresi dan hak untuk berkumpul secara damai.
Mereka menilai bahwa rezim Iran telah merespon protes dengan kekerasan berlebihan, penangkapan massal, dan pemutusan internet.
Posisi ini sejalan dengan sejarah pernyataan AS yang sering menekankan pentingnya hak asasi dan menentang penindasan terhadap warga sipil di negara lain.
Iran Tuding AS Biang Kerok
Namun, pemerintah Iran menolak keras dukungan Amerika Serikat dan melihatnya sebagai bentuk campur tangan langsung dalam urusan dalam negeri.
Otoritas Teheran menuduh Washington dan sekutunya, termasuk Israel, berusaha mengubah protes yang dimotivasi oleh masalah domestik menjadi kekacauan yang dapat melemahkan pemerintah Iran.
Menurut pernyataan pejabat Iran, dukungan AS terhadap demonstran merupakan upaya memanfaatkan ketidakpuasan rakyat Iran untuk tujuan politik luar negeri yang lebih luas.