Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

10 Negara Teraman jika Perang Dunia III Pecah: Selandia Baru Peringkat Tinggi, AS Jadi Negara Stabil

Negara-negara teraman jika terjadi Perang Dunia III, perlu dipertimbangkan jika hal yang tak terbayangkan terjadi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Nuryanti
zoom-in 10 Negara Teraman jika Perang Dunia III Pecah: Selandia Baru Peringkat Tinggi, AS Jadi Negara Stabil
khaberni/tangkap layar
ILUSTRASI PERANG - Personel militer Israel (IDF) membidikkan laras senjata dari atas kapal perang di perairan Pantai Kota Gaza. Negara-negara teraman jika terjadi Perang Dunia III, perlu dipertimbangkan jika hal yang tak terbayangkan terjadi. 

Netralitas politik Uruguay dan lembaga demokrasi yang kuat menjamin keamanannya.

Secara geografis, negara ini terisolasi dari zona konflik tradisional, berbatasan dengan Brasil dan Argentina.

Uruguay telah berinvestasi besar-besaran dalam energi terbarukan, mencapai tingkat swasembada yang tinggi.

Sektor pertanian negara yang kuat dapat menopang penduduknya selama gejolak global.

Selain itu, Uruguay menawarkan beberapa program residensi, menjadikannya pilihan menarik bagi mereka yang mencari suaka.

8. Nevis

Terletak di Karibia, Nevis menyediakan tempat berlindung yang sangat baik selama masa-masa yang penuh gejolak.

Ukurannya yang kecil dan profilnya yang rendah berkontribusi pada keamanannya.

Rekomendasi Untuk Anda

Nevis sangat menekankan keberlanjutan, khususnya di bidang pariwisata dan pertanian.

Netralitas politik dan pemerintahan yang stabil di pulau ini membuatnya cenderung tidak terlibat dalam konflik global.

Dengan fokusnya pada swasembada, Nevis memastikan pasokan makanan yang andal bagi penduduknya, yang semakin memperkuat statusnya sebagai tempat perlindungan yang aman.

9. Dominika

Di antara pulau-pulau teraman di Karibia untuk ditinggali, Dominika menonjol karena pertahanan alamnya.

Medan pegunungan pulau ini membuatnya sulit untuk diserang.

Pulau ini stabil secara politik dan menghindari konflik militer.

Fokus Dominika pada pariwisata dan pertanian berkelanjutan memastikan ekonomi lokal yang stabil.

Pulau ini juga diuntungkan oleh komunitas yang erat, yang semakin meningkatkan stabilitas sosial.

Program residensi tersedia, menawarkan perlindungan bagi mereka yang mencari lingkungan yang lebih aman.

10. Chili

Bentuk geografis Chili yang memanjang dan penghalang alamnya, seperti pegunungan Andes dan Samudra Pasifik, memberikan pertahanan yang kuat.

Negara ini stabil secara politik dan memiliki ekonomi yang kuat, menjadikannya salah satu negara teraman.

Chili kaya akan sumber daya alam dan berfokus pada energi terbarukan, sehingga menjamin swasembada.

Tata pemerintahan lokal yang kuat dan stabilitas sosial Chili menjadikannya pilihan yang sangat baik bagi mereka yang mencari tempat berlindung yang aman selama konflik global.

Kriteria Negara Teraman

1. Netralitas Politik

Negara-negara yang menjaga netralitas politik umumnya menghindari aliansi dan konflik militer.

Swiss adalah contoh utamanya, dengan kebijakan netralitasnya yang telah lama diterapkan.

Dalam konflik global, negara-negara seperti itu cenderung tidak menjadi sasaran karena tidak berpihak pada kekuatan-kekuatan yang terlibat dalam konflik.

2. Isolasi Geografis

Isolasi geografis memberikan perlindungan signifikan dari serangan langsung.

Negara-negara kepulauan seperti Islandia dan daerah terpencil di Oseania memiliki penghalang alami, sehingga lebih sulit dijangkau dalam konflik militer.

Lokasi terpencil Islandia di Atlantik Utara dan samudra luas yang mengelilingi Oseania berfungsi sebagai penghalang terhadap invasi.

3. Kemampuan Pertahanan

Sistem pertahanan yang kuat sangat penting untuk keamanan suatu negara.

Negara-negara dengan teknologi militer canggih dan infrastruktur pertahanan strategis lebih siap untuk melindungi wilayah mereka.

Misalnya, strategi pertahanan Swiss yang dipersiapkan dengan baik, termasuk bunker yang diperkuat dan pelatihan militer wajib, meningkatkan kemampuannya untuk melindungi penduduknya.

4. Kemandirian

Kemandirian dalam sumber daya penting mengurangi ketergantungan suatu negara pada rantai pasokan eksternal, yang mungkin terganggu selama masa perang.

Negara-negara yang berfokus pada produksi pangan lokal dan kemandirian energi, seperti Selandia Baru, dapat menopang populasi mereka selama konflik global.

Penekanan Selandia Baru pada sumber energi terbarukan dan produktivitas pertanian menyoroti potensinya sebagai tempat perlindungan yang aman.

5. Stabilitas Sosial dan Ekonomi

Kondisi sosial dan ekonomi yang stabil memengaruhi kemampuan suatu negara untuk tetap aman selama Perang Dunia III.

Negara-negara dengan sistem perawatan kesehatan yang kuat, tingkat kejahatan yang rendah, dan ekonomi yang tangguh lebih siap untuk menghadapi gangguan masa perang.

Negara-negara Skandinavia seperti Norwegia dan Finlandia, yang dikenal karena kualitas hidup yang tinggi dan pemerintahan yang efisien, merupakan contoh dari stabilitas ini.

Cara Bertahan Hidup di Tengah Perang

Dilansir Wikihow, perang adalah bagian kelam dari sejarah dunia kita, dan sayangnya, sesuatu yang terus kita hadapi di abad ke-21.

Pakar bertahan hidup dan kegiatan luar ruangan, Ky Furneaux, mengatakan kunci untuk melewati keadaan darurat adalah tetap tenang, menghindari konflik, dan beradaptasi dengan perubahan.

Sebelum Anda melakukan sesuatu yang gegabah, ikuti langkah-langkah berikut untuk menjaga keselamatan Anda dan keluarga:

1. Siapkan perlengkapan bertahan hidup yang berisi makanan, tablet pemurnian air, dan persediaan lainnya.

2. Hubungi teman dan anggota keluarga Anda.

3. Tetap ikuti perkembangan terbaru dari sumber berita terpercaya dan pejabat pemerintah.

4. Tetaplah di tempat Anda berada kecuali jika Anda memiliki kesempatan untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.

(Tribunnews.com/Nuryanti)

Sesuai Minatmu
Halaman 4/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas