Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Trump Konfirmasi Armada Besar-besaran Bergerak Menuju Iran, tapi Berharap Tidak Digunakan

Donald Trump mengonfirmasi armada besar kapal militer AS bergerak menuju Iran sebagai langkah antisipasi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Bobby Wiratama
zoom-in Trump Konfirmasi Armada Besar-besaran Bergerak Menuju Iran, tapi Berharap Tidak Digunakan
Tangkap layar YouTube The White House
AMERIKA VS IRAN - Tangkap layar YouTube The White House memperlihatkan Presiden AS Donald Trump melakukan konferensi singkat di Air Force One sebelum kembali ke AS dari pertemuan WEF di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026). 

Meski demikian, pekan lalu Trump menahan diri dari rencana serangan militer besar setelah mendapat desakan dari sekutu-sekutunya di Timur Tengah untuk menahan eskalasi.

Trump juga menyatakan tarif 25 persen terhadap negara-negara yang berbisnis dengan Iran, seperti China dan Uni Emirat Arab, akan diberlakukan segera.

Dalam pernyataan panjangnya, Trump kembali mengklaim telah menghentikan rencana eksekusi massal di Iran.

“Saya berkata, ‘Jika kalian menggantung orang-orang itu, kalian akan dihantam lebih keras daripada yang pernah kalian alami.’ Satu jam sebelum itu terjadi, mereka membatalkannya. Itu pertanda baik,” ujarnya.

“Tetapi kita punya armada besar di sana. Mungkin kita tidak perlu menggunakannya. Kita lihat saja nanti.”

KAPAL INDUK AS - Foto yang dirilis situs resmi Angkatan Laut Amerika Serikat (U.S. Navy) memperlihatkan kapal induk kelas Nimitz USS Abraham Lincoln (CVN 72) melakukan latihan putaran kecepatan tinggi di Samudra Atlantik selama uji coba laut di Samudra Atlantik, 11 Mei 2017.
KAPAL INDUK AS - Foto yang dirilis situs resmi Angkatan Laut Amerika Serikat (U.S. Navy) memperlihatkan kapal induk kelas Nimitz USS Abraham Lincoln (CVN 72) melakukan latihan putaran kecepatan tinggi di Samudra Atlantik selama uji coba laut di Samudra Atlantik, 11 Mei 2017. (US Navy)

Akhir pekan lalu, Trump secara terbuka menyerukan perubahan kepemimpinan di Iran.

Ia menuduh Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei telah menghancurkan negara sepenuhnya dan menggunakan kekerasan pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Namun pada Kamis (22/1/2026), Trump mengisyaratkan masih membuka pintu diplomasi.

“Iran ingin berbicara, dan kita akan berbicara,” kata Trump setelah menghadiri Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss.

Iran Akan Balas Jika AS Menyerang

Iran memperingatkan akan membalas jika Amerika Serikat kembali melancarkan serangan militer.

Iran menuduh AS dan sekutunya memanfaatkan kerusuhan yang terjadi baru-baru ini untuk mendorong kawasan tersebut menuju konflik yang lebih luas.

Baca juga: 5 Populer Internasional: Indonesia Masuk Dewan Perdamaian - Kapal Induk AS Bergerak Menuju Iran

Dalam opini yang dimuat di Wall Street Journal pada 20 Januari 2026, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan protes di negaranya awalnya berlangsung damai, sebelum kemudian dibajak oleh aktor teroris asing dan domestik.

Menurutnya, situasi tersebut memicu penindakan keras pemerintah, disertai pemadaman internet dan komunikasi hampir total.

Araghchi juga menyalahkan retorika AS yang dinilai memperburuk pertumpahan darah.

Ia menilai peringatan dari Donald Trump justru menciptakan insentif bagi kekerasan massal.

Sesuai Minatmu
Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas