Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Rusia, Ukraina, dan AS akan Lanjutkan Putaran ke-2 Negosiasi di Abu Dhabi

Ukraina, Rusia, AS sepakat untuk melanjutkan putaran ke-2 negosiasi di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab pada 1 Februari 2026, menurut laporan pejabat AS.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Nuryanti
zoom-in Rusia, Ukraina, dan AS akan Lanjutkan Putaran ke-2 Negosiasi di Abu Dhabi
Kremlin
KOLASE FOTO - Kolase foto yang diunduh dari Kantor Presiden Rusia dan Ukraina, Minggu (25/1/2026), memperlihatkan dari kiri ke kanan: Presiden Rusia Vladimir Putin, Utusan AS Steve Witkoff, dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. - Ukraina, Rusia, AS sepakat untuk melanjutkan putaran ke-2 negosiasi di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab pada 1 Februari 2026, menurut laporan pejabat AS. 

Akar konflik dapat ditelusuri sejak runtuhnya Uni Soviet, yang melahirkan Rusia dan Ukraina sebagai negara merdeka dengan orientasi politik dan kepentingan keamanan yang berbeda. Dalam perjalanannya, Ukraina semakin mengarah ke Barat dengan memperkuat kerja sama politik, ekonomi, dan keamanan bersama negara-negara Eropa serta Amerika Serikat.

Keinginan Kyiv untuk mendekat ke NATO dan Uni Eropa dipersepsikan Moskow sebagai ancaman langsung terhadap keamanan nasionalnya. Ketegangan memuncak pada 2014, ketika Revolusi Maidan menggulingkan pemerintahan Ukraina yang dinilai pro-Rusia. Pada tahun yang sama, Rusia mencaplok Semenanjung Krimea dan konflik bersenjata pecah di wilayah Donbas antara pasukan Ukraina dan kelompok separatis yang didukung Rusia.

Meski berbagai upaya diplomasi internasional sempat dilakukan, konflik tidak pernah benar-benar mereda. Situasi kembali memanas hingga akhirnya Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan invasi penuh ke Ukraina pada Februari 2022. Rusia menyatakan operasi militernya bertujuan melindungi warga di Donbas, menjaga kepentingan keamanan nasional, serta menentang perluasan NATO ke Eropa Timur.

Invasi tersebut memicu respons keras dari Amerika Serikat dan negara-negara sekutunya. Berbagai sanksi ekonomi dijatuhkan kepada Rusia, sementara Ukraina menerima dukungan militer dan bantuan keuangan dalam jumlah besar dari Barat. Hingga kini, perang masih berlangsung di tengah buntu-nya perundingan akibat sengketa wilayah dan isu strategis lainnya, dengan Amerika Serikat mengambil peran penting dalam upaya diplomasi internasional.

Selanjutnya, berikut rangkuman berita terbaru terkait perkembangan perang Rusia–Ukraina dari berbagai sumber terpercaya.

  • Rusia Menyerang Kyiv saat Delegasinya Berunding di UEA

Rusia dikritik karena melancarkan serangan drone dan rudal ke Kyiv dan Kharkiv – dua kota terbesar di Ukraina – selama perundingan perdamaian di Abu Dhabi

“Upaya perdamaian? Pertemuan trilateral di UEA? Diplomasi? Bagi warga Ukraina, ini adalah malam teror Rusia lainnya,” kata menteri luar negeri Ukraina, Andrii Sybiha, setelah serangan terbaru Rusia terhadap infrastruktur penting. 

Rekomendasi Untuk Anda

Kyiv dan kota-kota lain mengalami pemadaman listrik, air, dan pemanas ruangan secara luas setelah serangan Rusia terhadap infrastruktur energi.

Sementara para pejabat di ibu kota mengatakan satu orang tewas dan setidaknya 15 orang terluka dalam serangan yang berlanjut hingga Minggu pagi hari.

  • Gubernur Belgorod: Ukraina Lancarkan Serangan Besar-besaran

Gubernur wilayah perbatasan Rusia di Belgorod mengatakan pasukan Ukraina telah melancarkan serangan "besar-besaran" terhadap kota utama di wilayah tersebut.

Serangan tersebut merusak infrastruktur energi dan tidak menimbulkan korban jiwa. 

Menulis di Telegram pada hari Sabtu, Vyacheslav Gladkov melaporkan bahwa sebuah bangunan di kota itu – yang juga bernama Belgorod – telah dibakar dan tim darurat sedang berupaya memadamkan api. 

"Sebuah drone yang jatuh juga merusak rumah-rumah di desa terdekat," katanya, lapor The Guardian.

  • Rusia Ambil Alih Desa di Kharkiv

Pada hari Sabtu, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pasukannya telah menyelesaikan pengambilalihan desa Starytsya di wilayah Kharkiv timur laut Ukraina

Desa tersebut terletak dekat kota Vovchansk, dekat perbatasan Ukraina-Rusia, tempat pasukan Rusia melancarkan serangan pada Mei 2024.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas