Venezuela Bebaskan 104 Tahanan Politik Era Rezim Nicolas Maduro
Tahanan politik yang dibebaskan merupakan pihak-pihak yang menentang klaim kemenangan sepihak Maduro di Pilpres Venezuela 2024
Penulis:
Bobby W
Editor:
Suci BangunDS
Kendati proses telah berjalan, kelompok aktivis mengkritik lambatnya penanganan ini.
Kelambatan konfirmasi ini membuat beberapa keluarga tahanan yang masih terus berkemah di luar penjara menantikan kepulangan kerabat mereka berada di bawah ketidakpastian informasi.
Perubahan Peta Politik Venezuela pasca-Maduro
Gelombang pembebasan ini terjadi menyusul perubahan besar kepemimpinan nasional di dalam pemerintahan Venezuela.
Perubahan ini dipimpin oleh Delcy Rodriguez yang mengambil alih jabatan presiden setelah Nicolas Maduro, ditangkap oleh pasukan khusus AS pada awal bulan ini.
Di bawah arahan Delcy, pemerintah transisi Venezuela berjanji melepaskan ratusan penentang Maduro yang selama ini mendekam di penjara.
Banyak tahanan tersebut, ditangkap pasca-pemilihan presiden 2024, saat Maduro mengeklaim kemenangan yang disengketakan dunia internasional.
Selama ini, aktivis HAM menuduh pemerintah menggunakan penahanan untuk membungkam kritik, meskipun pemerintah selalu berdalih bahwa penangkapan dilakukan murni karena aktivitas kriminal.
Terkait pembebasan tahanan politik Maduro tersebut, Delcy mengaku kebijakan ini tak ada sangkut pautnya dengan tekanan dari AS.
Dalam pidatonya di hadapan pekerja minyak di Anzoategui, Minggu (25/1/2026), Rodriguez menegaskan kedaulatan politik negaranya termasuk dalam penentuan pembebasan tahanan politik.
Baca juga: Venezuela Cuan, Kantongi Duit Rp 5 Triliun dari Kesepakatan Penjualan Minyak AS
Darcy juga mengatakan bahwa tidak ada campur tangan luar seperti dari AS dalam kebijakan internal yang diambil oleh pemerintahan transisi Venezuela.
"Cukup sudah perintah dari Washington. Biarkan politik Venezuela menyelesaikan perbedaan kami sendiri. Republik ini telah membayar mahal akibat menghadapi konsekuensi fasisme dan ekstremisme," tegas Rodriguez.
Guna memastikan transparansi pembebasan tahanan politik ini, Rodriguez juga dijadwalkan berkomunikasi dengan Komisaris Tinggi PBB untuk HAM, Volker Turk, pada hari Senin untuk meminta PBB memverifikasi daftar tahanan yang telah dibebaskan sejauh ini.
(Tribunnews.com/Bobby)
Baca tanpa iklan