Trump Ancam Putus Dukungan AS jika Al-Maliki Kembali Berkuasa di Irak
Trump mengancam akan menghentikan dukungan Amerika Serikat jika Nouri al-Maliki kembali memimpin Irak.
Penulis:
Tiara Shelavie
Editor:
Suci BangunDS
Ringkasan Berita:
- Trump mengancam akan menghentikan dukungan Amerika Serikat jika Nouri al-Maliki kembali memimpin Irak.
- Ancaman ini menempatkan Irak dalam posisi sulit karena harus menyeimbangkan hubungan dengan AS dan Iran.
- Al-Maliki tetap menjadi tokoh penting politik Syiah meski masa lalunya dinilai penuh kontroversi.
TRIBUNNEWS.COM – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan mengakhiri dukungan AS untuk Irak jika Nouri al-Maliki kembali berkuasa.
“Terakhir kali Maliki berkuasa, negara itu jatuh ke dalam kemiskinan dan kekacauan total. Itu tidak boleh terjadi lagi,” tulis Trump di Truth Social pada Rabu (28/1/2026).
“Karena kebijakan dan ideologinya yang gila, jika terpilih, Amerika Serikat tidak akan lagi membantu Irak. Tanpa kami, Irak tidak memiliki peluang untuk sukses, kemakmuran, atau kebebasan. JADIKAN IRAK HEBAT KEMBALI!” lanjutnya.
Sebelumnya, al-Maliki dinominasikan sebagai Perdana Menteri oleh blok Muslim Syiah terbesar di parlemen Irak pada Sabtu (24/1/2026).
AP News melaporkan, Mohammed Shia al-Sudani, perdana menteri petahana yang masa jabatannya segera berakhir, menangguhkan pencalonannya untuk periode kedua awal bulan ini, sehingga membuka jalan bagi al-Maliki untuk maju.
Blok al-Sudani memenangkan kursi terbanyak dalam pemilihan parlemen November lalu, tetapi gagal meraih mayoritas untuk membentuk pemerintahan.
Kerangka Koordinasi, koalisi partai-partai Syiah yang memiliki hubungan dekat dengan Iran dan berperan sebagai penentu dalam penunjukan perdana menteri, dilaporkan tidak dapat memilih di antara kedua kandidat dan menyerahkan keputusan kepada mereka.
Ancaman Trump kini menempatkan Irak dalam posisi sulit, TIME melaporkan.
Selama ini, Irak berupaya menjaga keseimbangan hubungan antara AS dan Iran, dua negara berpengaruh yang memiliki hubungan tegang satu sama lain.
Jika Trump benar-benar mengurangi dukungan, AS dapat membatasi akses Irak terhadap pendapatan minyaknya.
Peringatan ini muncul setelah AS selama berbulan-bulan berupaya menekan pengaruh Iran di Irak.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio bahkan berbicara melalui telepon dengan al-Sudani pada Minggu (25/1/2026) untuk memastikan Irak dapat menjadi kekuatan stabilitas, kemakmuran, dan keamanan di Timur Tengah.
Baca juga: Proksi Iran Respons Gelagat Perang AS: Hizbullah Irak Beri Ultimatum, Houthi Beraksi di Laut Merah
“Pemerintah yang dikendalikan oleh Iran tidak dapat mengutamakan kepentingan Irak sendiri,” demikian pernyataan Departemen Luar Negeri AS.
Siapa Al-Maliki?
Masih mengutip TIME, Al-Maliki adalah perdana menteri pertama Irak di bawah konstitusi baru pada 2006 dan pemimpin Partai Dawa Islam Syiah.
Irak sendiri merupakan negara dengan mayoritas penduduk Syiah.
Baca tanpa iklan