Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

5 Populer Internasional: Drone Kamikaze Geran yang Ditakuti Ukraina - Bonus Tentara Bayaran Rusia

Rusia disebut mampu memproduksi ratusan drone kamikaze rancangan Iran setiap hari yang menjadi ancaman bagi Ukraina.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in 5 Populer Internasional: Drone Kamikaze Geran yang Ditakuti Ukraina - Bonus Tentara Bayaran Rusia
(Tangkap layar Al Jazeera)
BERITA POPULER INTERNASIONAL - Ilustrasi Drone Shahed-136 Buatan Iran. Rusia disebut mampu memproduksi ratusan drone kamikaze rancangan Iran setiap hari yang menjadi ancaman bagi Ukraina. 

Ia juga menyebut Rusia saat ini sudah memproduksi sekitar 404 unit Shahed dari berbagai varian setiap hari.

Meski secara jumlah Ukraina memiliki rasio sekitar dua banding satu dibanding Shahed Rusia, angka tersebut tetap belum cukup untuk melindungi seluruh wilayah udara negara itu.

Saat ini, drone pencegat masih dikendalikan pilot manusia.

BACA SELENGKAPNYA >>>

2. Rusia Beri Bonus Besar ke Tentara Bayaran, Bisa Terima Rp800 Juta, Namun Dilaporkan Ada 'Tekanan'

 Rusia terus berupaya menambah jumlah pasukannya setelah hampir empat tahun berperang di Ukraina.

Berbeda dengan negara-negara lain yang menerapkan mobilisasi nasional penuh saat konflik, Moskow memilih jalur lain dengan mengerahkan berbagai skema perekrutan, termasuk mengandalkan pendaftaran sukarela, insentif finansial besar, hingga merekrut warga asing sebagai tentara bayaran.

Presiden Rusia Vladimir Putin dalam konferensi pers tahunannya bulan lalu, menyebutkan bahwa sekitar 700.000 tentara Rusia saat ini bertempur di Ukraina.

Rekomendasi Untuk Anda

Angka tersebut sama dengan yang ia sampaikan pada 2024, dan meningkat dibandingkan Desember 2023 yang disebut berjumlah 617.000 personel.

Namun, Putin tidak pernah memaparkan secara terbuka jumlah korban jiwa di pihak Rusia.

Sementara itu, situs berita independen Rusia Mediazona bersama BBC dan tim sukarelawan melakukan penelusuran berdasarkan laporan media, unggahan media sosial, dan data dari situs pemerintah.

Hasilnya, mereka mengidentifikasi lebih dari 160.000 tentara Rusia yang tewas sejak perang dimulai.

Dari jumlah tersebut, lebih dari 550 orang diketahui merupakan warga negara asing yang berasal dari lebih dari dua lusin negara, mengutip AP News. 

Tanpa Mobilisasi Nasional

Tidak seperti Ukraina yang memberlakukan darurat militer dan mobilisasi nasional sejak invasi skala penuh Rusia pada Februari 2022, Putin menolak menerapkan pengerahan pasukan secara luas.

Mobilisasi terbatas yang dilakukan pada akhir 2022, melibatkan sekitar 300.000 orang, memicu eksodus puluhan ribu warga Rusia ke luar negeri.

Halaman 2/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas